Mitsubishi Targetkan 143 Diler hingga April 2019

PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mematok target pengembangan jaringan diler hingga 143 lokasi sampai April 2019, dari jumlah saat ini yang sebanyak 125 lokasi.
Arif Gunawan | 31 Januari 2019 20:06 WIB
Dealer Mitsubishi Cilegon, fasilitas ke-6 hasil kerjasama MMKSI dengan SKM Group. - BISNIS.COM/Aprianus Doni
Bisnis.com, PEKANBARU -  PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) mematok target pengembangan jaringan diler hingga 143 lokasi sampai April 2019, dari jumlah saat ini yang sebanyak 125 lokasi.
 
Ilham Iranda, Director of Sales PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) Region 3,  mengatakan di tengah tingginya angka penjualan mobil Mitsubishi, yaitu dari model Xpander dan Pajero, pihaknya terus berupaya meningkatkan pelayanan purna jual kepada pelanggannya.
 
"Kami terus memastikan pelayanan penjualan, purna jual seperti perawatan dan suku cadang mobil Mitsubishi dapat semakin mudah dijangkau, karena itu kami targetkan nanti akan ditambah sampai 143 diler dari jumlah sekarang masih 125," katanya di Pekanbaru, Kamis (31/1/2019).
 
Ilham memastikan jaringan diler yang dibangun oleh pihaknya bersama rekan perusahaan jaringan diler di berbagai daerah, memiliki standar pelayanan yang sesuai dengan aturan MMKSI.
 
Untuk Pekanbaru Riau misalnya, saat ini memiliki 4 jaringan diler resmi yang tersebar di Pekanbaru, dan Duri Bengkalis, dengan bekerja sama tiga perusahaan jaringan diler yaitu PT Suka Fajar, PT Pekanperkasa Berlian Motor, dan PT Nusantara Berlian Motor.
 
Dengan banyaknya target pembukaan diler dalam tiga bulan kedepan, dirinya mengaku berkeliling Indonesia setiap pekannya untuk meresmikan diler baru tersebut.
 
"Sesuai wilayah kerja saya yaitu Region 3, di luar Jawa, Bali dan Nusa Tenggara. Pekan lalu saya baru saja meresmikan di Cilegon dan Jakarta, minggu depan di Medan, lalu Maretnya nanti di Manado, dan Kendari, April di Pontianak, dan Singkawang. Itu juga tergantung kesiapan dilernya untuk diresmikan," katanya.
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top