Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengadilan Tokyo Tolak Permohonan Bebas Dengan Jaminan Carlos Ghosn

Mantan bos Nissan Motor, Carlos Ghosn, kemungkinan akan tetap menjalani penahanan di Jepang setelah pengadilan Tokyo menolak permintaan bebas dengan uang jaminan, yang diajukan Ghosn pada Selasa (22/1/2019).
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Januari 2019  |  23:55 WIB
Carlos Ghosn/  - Reuters
Carlos Ghosn/ - Reuters

Bisnis.com, TOKYO - Mantan bos Nissan Motor, Carlos Ghosn, kemungkinan akan tetap menjalani penahanan di Jepang setelah pengadilan Tokyo menolak permintaan bebas dengan uang jaminan, yang diajukan Ghosn pada Selasa (22/1/2019).

Keputusan itu diambil pengadilan Tokyo karena Ghosn bisa saja meninggalkan Jepang dan berpotensi merusak barang bukti. Bahkan pengacara Ghosn mengatakan kliennya kemungkinan tetap ditahan sampai proses persidangannya dimulai.

Dalam pengumuman publik pada Senin (21/1), Ghosn menetapkan sejumlah langkah guna meyakinkan pengadilan jika dia tidak akan meninggalkan Jepang.

Dia bersumpah menyerahkan tiga paspornya, mengenakan peranti penanda elektronik, serta meningkatkan jumlah uang jaminan kepada pengadilan.

Ghosn juga berjanji untuk menyewa penjaga keamanan sesuai rekomendasi jaksa penuntut untuk mengawasinya sepanjang hari dan ia tidak akan menghubungi siapa pun yang terkait kasus ini.

"Jika pengadilan mempertimbangkan permohonan jaminan saya, saya ingin menekankan bahwa saya akan tinggal di Jepang dan menghormati setiap dan semua kondisi yang disimpulkan oleh pengadilan," kata Ghosn dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan kuasa hukumnya yang berbasis di Amerika Serikat, dilansir AFP.

Tidak hanya itu, Ghosn juga berjanji akan menghadiri persidangan berikutnya,"bukan hanya karena kewajiban hukum untuk melakukannya, tetapi karena saya ingin berkesempatan untuk membela diri".

"Saya tidak bersalah atas dakwaan terhadap saya dan saya berharap mempertahankan reputasi saya di ruang sidang," kata pernyataan itu.

Namun, seorang pejabat di Kementerian Kehakiman Jepang mengatakan kepada AFP, "Tidak ada sistem di Jepang di mana seseorang yang dituduh dalam kasus pidana dapat dibebaskan dengan gelang pelacak (penanda elektronik) seperti itu."

"Pengadilan menetapkan jumlah jaminan dan juga dapat menambahkan kondisi yang sesuai seperti batasan di mana tertuduh harus tinggal," tambah pejabat itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Carlos Ghosn

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top