Di Pengadilan, Carlos Ghosn Jelaskan Pembayaran untuk Pengusaha Arab

Carlos Ghosn menyampaikan pernyataan tertulis yang telah disiapkan pada sidang pertama kasus pelanggaran keuangan di Jepang yang digelar di Pengadilan Tokyo, Selasa (8/1/2019).
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 08 Januari 2019  |  13:35 WIB
Di Pengadilan, Carlos Ghosn Jelaskan Pembayaran untuk Pengusaha Arab
Sebuah sketsa pengadilan, yang dibuat Nobutoshi Katsuyama, memperlihatkan pemimpin Nissan Motor Co Ltd yang digulingkan, Carlos Ghosn dalam sidang terbuka untuk mendengarkan alasan penahanannya, di Pengadilan Distrik Tokyo di Tokyo, Jepang, dalam gambar ini yang dirilis oleh Kyodo 8 Januari 2019. - Kyodo/Reuters

Bisnis.com, TOKYO - Carlos Ghosn menyampaikan pernyataan tertulis yang telah disiapkan pada sidang pertama kasus pelanggaran keuangan di Jepang yang digelar di Pengadilan Tokyo, Selasa (8/1/2019).

Selain membantah telah melakukan pelanggaran, Ghosn juga menjelaskan hubungannya dengan pengusaha Arab Saudi, Khaled Juffali, yang menurutnya adalah seorang mitra Nissan yang dibayar atas sejumlah jasa negosiasi.

"Khaled Juffali telah lama menjadi pendukung dan mitra Nissan," katanya dalam pernyataan tertulis yang dirilis tim pengacara Ghosn di Amerika Serikat, dilansir Reuters.

"Selama periode yang sangat sulit, Khaled Juffali Company membantu Nissan mengumpulkan pembiayaan dan membantu Nissan memecahkan masalah rumit yang melibatkan distributor lokal -- memang, Juffali membantu Nissan merestrukturisasi distributor yang kesulitan di seluruh wilayah Teluk, memungkinkan Nissan lebih bersaing dengan kompetitor seperti Toyota, yang mengungguli Nissan," katanya.

Ia juga mengatakan bahwa Juffali telah membantu Nissan dalam menegosiasikan pengembangan pabrik di Arab Saudi serta mengatur pertemuan tingkat tinggi dengan pejabat Saudi.

Terkait dengan adanya pembayaran kepada pengusaha Arab tersebut, Ghosn mengklaim hal itu merupakan hal yang sesuai.

"Khaled Juffali Company diberi kompensasi yang sesuai -- jumlah yang diungkapkan dan disetujui oleh petugas di Nissan -- sebagai imbalan atas layanan kritis ini yang secara substansial menguntungkan Nissan," katanya.

Pada kesempatan itu, Ghosn juga menyatakan rasa cintanya kepada Nissan dan tidak ingin meninggalkan perusahaan itu saat dilanda krisis keuangan pada 10 tahun lalu.

Ghosn menyinggung kiprahnya selama 20 tahun untuk membangkitkan Nissan hingga membentuk aliansi yang membuat grup otomotif itu bisa memproduksi lebih dari 10 juta mobil pada 2017.

Pimpinan Renault itu pun membela diri dengan menyatakan tidak bersalah dan tidak pernah menerima kompensasi terselubung dari Nissan.

"Saya telah dituduh secara salah dan ditahan secara tidak adil berdasarkan tuduhan yang tidak pantas dan tidak berdasar," katanya kepada Pengadilan Distrik Tokyo, melalui pernyataan tertulis yang telah disiapkan, dilansir Reuters, Selasa.

"Bertentangan dengan tuduhan yang dibuat jaksa penuntut, saya tidak pernah menerima kompensasi yang tidak diungkapkan dari Nissan, saya juga tidak pernah menandatangani kontrak dengan Nissan untuk mendapat bayaran tetap dengan jumlah yang tidak diungkapkan," sambungnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Carlos Ghosn

Sumber : Antara

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top