Berkat Standar Euro 4, Ekspor Hino Indonesia Tumbuh Melejit

PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mencatat peningkatan signifikan pengapalan kendaraan niaga secara utuh atau completely built-up (CBU) sepanjang 9 bulan pertama tahun ini, berkat produk berstandar Euro 4.
Thomas Mola | 08 November 2018 01:00 WIB
Penandatangan kontrak jual-beli 600 dump truck ini dilakukan oleh Presiden Direktur PT Hino Motors Sales Indonesia Hiroo Kayanoki dan Presiden Direktur PT Catur Putra Manunggal Kusnadi. - HMSI

JAKARTA—PT Hino Motors Manufacturing Indonesia mencatat peningkatan signifikan pengapalan kendaraan niaga secara utuh atau completely built-up (CBU) sepanjang 10 bulan pertama tahun ini, berkat produk berstandar Euro 4.

Berdasarkan data PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI), merek kendaraan bermotor yang memiliki pabrik di Purwakarta ini sepanjang Januari-Oktober 2018 berhasil merealisasikan ekspor 2.425 unit atau meningkat 30,38% dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun lalu 1.860 unit.

“Ekspor model kendaraan yang berstandar Euro 4 bertumbuh signifikan,” ujar Division Head Corporate and External Affairs PT Hino Motors Manufacturing Indonesia (HMMI) Bagas K.S Krishnamurti kepada Bisnis, Rabu (7/11).

Industri kendaraan bermotor di Indonesia telah menerapkan standar Euro 4 sejak 7 Oktober 2018, sesuai dengan Keputusan Menteri LHK No.20/2017 tentang Baku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor.

Bagas mengatakan bahwa PT Hino Motors Manufacturing Indonesia merupakan satu-satunya pabrikan kendaraan komersial yang mengapalkan produknya dalam bentuk utuh ke berbagai negara dan sudah memproduksi khusus ekspor chasis truk dan bus berstandar Euro 4.

Seiring dengan transformasi standar produk, ekspor kendaraan komersial Hino yang berstandar Euro 4 meningkat. Sepanjang 10 bulan pertama tahun ini, ekspor kendaraan berstandar Euro 4 mencapai 2.325 unit atau 95,88% terhadap total pengapalan Hino.

Kondisi tersebut jauh berbeda jika dibandingkan dengan pengapalan pada periode yang sama tahun lalu, yang mana Hino hanya mengekspor 10 unit kendaraan komersial berstandar gas buang Euro 4. “Permintaan negara tujuan pengguna truk/bus chassis Euro 4 cukup tinggi,” katanya.

Dia menuturkan, kendaraan komersial yang banyak diekspor dari Januari sampai Oktober tahun ini adalah Dutro Light Truck.

Adapun negara-negara tujuan ekspor produk perusahaan seperti Filipina, Vietnam, Myanmar. Negara tujuan ekspor lainnya adalah Laos, Kamboja, Haiti, Bolivia, Ghana, dan Papua Nugini. Perusahaan, memasang target pengapalan kendaraan komersial tahun ini sebanyak 3.000 unit.

PRODUKSI

Sementara itu, produksi perusahaan sepanjang 10 bulan tahun ini juga mengalami peningkatan sebesar 38,21% dibandingkan dengan produksi pada periode yang sama tahun lalu, yakni dari 25.922 unit pada Januari—Oktober 2017 menjadi 35.826 unit pada periode yang sama 2018.

Komposisi kendaraan yang diproduksi oleh perusahaan pada Januari—Oktober 2018 untuk pasar dalam negeri masih yang terbanyak dengan melihat jumlah ekspor perusahaan pada periode yang sama tahun ini.

“Penyebab kenaikan produksi [Pada Januari—Oktober 2018], untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia,” katanya.

Sepanjang tahun ini, lanjutnya perusahaan menargetkan dapat memproduksi kendaraan komersial sebanyak lebih dari 40.000 unit.

Untuk diketahui, HMMI tercatat memiliki pabrik di Purwakarta, Jawa Barat, dengan kapasitas terpasang sebanyak 75.000 unit per tahun. Rata-rata produksi kendaraan komersial yang dilakukan oleh Hino berada pada kisaran 3.000-4.000 unit per bulannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PT Hino Motors Manufacturing Indonesia

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top