Terlibat Proyek Motor Listrik, WIKA Siapkan Investasi Rp180 Miliar

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., menyiapkan investasi sekitar Rp180 milliar untuk menggarap proyek sepeda motor listrik nasional dengan merk Gesits.
Yodie Hardiyan | 07 November 2018 14:43 WIB
Presiden Direktur PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. Tumiyana (kiri) didampingi Direktur Steve Kosasih memberikan paparan saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (17/10/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Kabar24.com, JAKARTA — PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., menyiapkan investasi sekitar Rp180 milliar untuk menggarap proyek sepeda motor listrik nasional dengan merk Gesits.

Seperti diketahui, sepeda motor itu akan diproduksi di pabrik milik Wijaya Karya di Cileungsi, Jawa Barat. Sepeda motor nasional itu diproduksi oleh PT Wijaya Manufakturing, sebuah perusahaan patungan dalam negeri yang dibentuk oleh PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi dan PT Gesits Technologies Indo. PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi merupakan anak usaha Wijaya Karya.

Direktur Utama Wijaya Karya Tumiyana mengatakan sepeda motor itu akan diproduksi dan dipasarkan pada pertengahan Januari 2019. Tumiyana mengatakan sepeda motor itu akan dipasarkan ke pasar dalam negeri yang dianggap memiliki potensi pasar yang besar.

"Kita enggak ngomong ekspor dulu. Market dalam negeri, kalau kita ngomong jumlah penduduk kita nomor 4 di dunia. Jadi pasti kalau ngomong kebutuhan, penduduk kita 261 juta. Pemakai kendaraan bermotor 70% dari total. Sehingga market masih top di sini," kata Tumiyana.

Tumiyana mengatakan kandungan lokal dari sepeda motor listrik lokal tersebut mencapai 87%, sisanya masih membutuhkan komponen dari luar negeri seperti lampu. Kendati demikian, ujar Tumiyana, apabila produksi sepeda motor listrik itu telah mencapai 50.000 maka kandungan lokal dapat mencapai 100%.

Purwarupa (prototipe) sepeda motor listrik itu diperkenalkan kepada dan dicoba oleh Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta. Presiden menjajal sepeda motor itu di jalanan di dalam kompleks Istana Kepresidenan selama 10 menit.

Dalam setahun, sepeda motor ini akan diproduksi sebanyak 60.000 unit pada 2019. Presiden mengatakan merk dan prinsipal sepeda motor ini "100% Indonesia". Menurutnya, sepeda motor ini sudah diujicoba melaju dari Jakarta ke Bali. Dari hasil uji coba itu, menurutnya, tidak ada masalah.

Menurutnya, dengan adanya sepeda motor listrik ini, konsumen diberikan pilihan. Apabila harga sepeda motor itu kompetitif dan lebih efisien dibandingkan dengan sepeda motor konvensional, menurut Presiden, maka produk itu akan disambut oleh pasar.

Presiden belum bersedia menyebutkan harga sepeda motor listrik itu kendati sudah mendapatkan informasi dari perusahaan. "Kita coba di pasar lokal dulu. Tentu saja saya sudah diberi tahu harganya, kompetitif. Saya kira sangat bagus," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sepeda motor, industri, wijaya karya

Editor : Stefanus Arief Setiaji
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top