April-September 2018, Tata Motor Raih Penjualan 180 Truk

Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), agen pemegang merek Tata Motors di Indonesia, mencatat penjualan ritel kendaraan bermotor mobil truknya sebanyak 180 unit pada semester pertama tahun fiskal 2018-2019, dan berharap dapat terus berlanjut di semester kedua.
Yudi Supriyanto | 01 November 2018 23:10 WIB
Presiden Direktur PT Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI) Biswadev Sengupta memamerkan Tata Prima 3338.K, andalan terbaru perseroan di segmen konstruksi dan tambang, di Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018 yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Kamis (2/8). - Bisnis/Dewi A. Zuhriyah

Bisnis.com, JAKARTA—Tata Motors Distribusi Indonesia (TMDI), agen pemegang merek Tata Motors di Indonesia, mencatat penjualan ritel kendaraan bermotor mobil truknya sebanyak 180 unit pada semester pertama tahun fiskal 2018-2019, dan berharap dapat terus berlanjut di semester kedua.

Biswadev Sengupta, Presiden Direktur TMDI, mengungkapkan pencapaian penjualan ritel truk perusahaan dari April--September tahun ini sebanyak 180 unit, lebih tinggi 109% dibandingkan periode yang sama pada tahun fiskal 2017-2018.

Menurutnya, peningkatan volume penjualan ritel truk perusahaan yang terjadi pada April—September 2018 karena kepercayaan konsumen fleet.

“Pertumbuhan ini tentunya akan lebih memotivasi kami yang baru 3 tahun lalu menguatkan fokus penjualan truk,” kata Biswadev dalam siaran pers yang diterima Bisnis, Kamis (1/11/2018).

Dia menjelaskan, tiga produk truk Tata Motors mendominasi penjualan truk perusahaan pada semester pertama tahun fiskal 2018, yakni Tata LPT913, Tata Xenon XT DC, dan Tata Prima 2528.

Di antara ketiga produk tersebut, Tata LPT913 menjadi yang terbanyak dengan penjualan ritel mencapai 114 unit. Sementara Tata Xenon XT DC dan Tata Prima 2528 masing-masing terjual sebanyak 26 unit dan 16 unit.

Menurutnya, LPT913 sangat cocok dengan usaha perkebunan, konstruksi, dan pertambangan. Hal ini karena operasional di medan yang berat membutuhkan spesifikasi truk yang andal agar usia pakai kendaraan lebih panjang serta menjamin produktivitas tetap tinggi.

Kiki Fajar, Corporate Communications Head PT Tata Motors Distribusi Indonesia, menambahkan, penjualan ritel kendaraan komersial Tata lainnya, yakni pikap mengalami pertumbuhan sebesar 19% pada semester pertama tahun fiskal 2018-2019.

Oleh karena itu, lanjutnya pertumbuhan penjualan ritel truk dan pikap perusahaan pada April—September tahun ini sebesar 36%. Perusahaan berharap, penjualan ritel truk dan pikap pada semester kedua tahun fiskal 2018-2019 dapat lebih baik dibandingkan tahun fiskal 2017-2018.

“Harapan kita sales growth pada semester 2 dibandingkan semester 2 tahun fiskal sebelumnya lebih baik untuk pick up dan truk,” katanya.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) yang dilihat Bisnis, penjualan kendaraan komersial kategori truk mengalami pertumbuhan pada 9 bulan 2018 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Gaikindo mencatat, penjualan ritel truk secara keseluruhan dari Januari sampai dengan September tahun ini sebanyak 80.671 unit atau lebih tinggi 29% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, yakni 62.671 unit.

Adapun penjualan ritel Tata Motors secara keseluruhan dari Januari sampai September tahun ini sebanyak 857 unit atau lebih tinggi dari penjualan ritel pada Januari—September 2017, yakni 741 unit. 

Tag : PT Tata Motors Distribusi Indonesia
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top