Rambah Pasar MDT, Tata Motors Yakin Produk Barunya Bebas ODOL

Pasar truk ringan atau medium duty truck (MDT) mulai dirambah Tata Motors. Satu dari tujuh produk yang akan diluncurkan tahun ini yakni Prima 3123 berada di segmen tersebut.
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 21 Mei 2019  |  19:10 WIB
Rambah Pasar MDT, Tata Motors Yakin Produk Barunya Bebas ODOL
Presiden Direktur Tata Motors Distribusi Indonesia Biswadev Sangupta berfoto di depan truk Tata Prima 3338.K yang diluncurkan pada pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2018, di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (2/8/2018). - ANTARA/Audy Alwi

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar truk beban ringan atau medium duty truck (MDT) mulai dirambah Tata Motors. Satu dari tujuh produk yang akan diluncurkan tahun ini yakni Prima 3123 berada di segmen tersebut.

Hal ini adalah langkah PT Tata Motors Distribution Indonesia (TMDI) dalam menanggapi pertumbuhan komoditas, energi, konstruksi dan logistik di Indonesia.

Presiden Direktur PT TMDI Biswadev Sengup menilai negara berkembang seperti Indonesia pasti lebih membutuhkan kendaraan komersial karena pembangunan infrastruktur dan ekonomi terus digalakkan.

Dalam catatan Gaikindo, Tata Motors memang belum memiliki jajaran prodk di segmen MDT. Saat ini, penjualan (wholesales) Tata Motor dalam 4 bulan pertama tahun ini mencapai 281 unit. Segmen pikap masih menjadi tulang punggung penjualan dengan kontribusi 202 unit. Sedangkan segmen heavy duty truck (HDT) menyumbang penjualan 64 unit, light duty truck (LDT) 14 unit, dan segmen bus 1 unit.

"Menurut saya kendaraan penumpang bukan prioritas di Indonesia, karena di negara berkembang, masih banyak pembangunan. Jadi kendaraan komersial seperti truk lebih dibutuhkan," ujarnya di Jakarta, Rabu (15/5/2019).

Sementara itu, pertumbuhan angkutan darat diprediksi akan semakin menguat lantaran pembangunan sejumlah tol antar provinsi telah rampung seperti tol Tran Jawa. Hal ini pun senada dengan kebijakan Kementerian Perhubungan yang semakin fokus pada penindakan pelanggaran ODOL (ovedimension overloading), mengingat jalan tol tersebut akan banyak dimanfaatkan oleh pengusaha angkutan barang.

Wilda Bachtiar, Commercial Vehicle Marketing Head TMDI, menilai produk terbaru Tata Motors memang didesain memiliki keunggulan yakni memiliki daya angkut yang lebih besar tetapi tetap dalam koridor yang tidak melanggar ODOL.

"Prima 3123 adalah unit baru yang sebenarnya mau dimasukkan ke segmen 6x2 [roda] tetapi yang kita bawa 8x2. Produk ini menjadi jawaban pada aturan ODOL. Dengan tambahan axle yang lebih banyak, daya angkut menjadi lebih banyak tetapi tidak melanggar [ODOL]," ujarnya di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Nantinya, detil dari setiap produk yang akan diluncurkan tersebut akan mulai dijelaskan satu per satu dan dimulai di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
PT Tata Motors Distribusi Indonesia, Tata Prima

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top