Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Mandatori B20, Organda : Bikin Biaya Bertambah

Penggunaan bahan bakar B20 pada kendaraan dapat meningkatkan biaya tambahan seiring penggantian suku cadang yang harus dilakukan.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 11 September 2018  |  23:10 WIB
Penumpang berada di dalam bus Metromini yang menunggu penumpang di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Abdullah Azzam
Penumpang berada di dalam bus Metromini yang menunggu penumpang di Jakarta, Selasa (13/3/2018). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA—Penggunaan bahan bakar B20 pada kendaraan dapat meningkatkan biaya tambahan seiring penggantian suku cadang yang harus dilakukan.

Sekretaris Jenderal DPP Organda Ateng Aryono, mengungkapkan penggantian suku cadang seperti filter kendaraan akibat penggunaan bahan bakar B20 membuat para pelaku usaha mengeluarkan biaya tambahan, terlebih waktu perawatan berkala menjadi lebih pendek.

Oleh karena itu, dirinya meminta penggantian suku cadang seperti filter masuk dalam garansi bagi kendaraan-kendaraan yang masih memiliki garansi.

Sementara bagi kendaraan lama dan tidak lagi memiliki garansi yang harus melakukan penggantian dan penambahan suku cadang agar siap menggunakan B20 perlu mendapatkan insentif agar tidak memberatkan industri hilir.

“Kami mengusulkan kepada otoroitas, karena ini posisi extra ordinary, hendaknya ada insentif terhadap industri,” kata Ateng kepada Bisnis, Selasa (11/9/2018).

Dia mencontohkan, pemerintah bisa memberikan insentif berupa pembebasan bea impor atau PPN impor suku cadang. Menurutnya, penjualan kendaraan agen pemegang merek juga sangat tergantung pada kondisi industri transportasi.

Saat ini, ujarnya jumlah kendaraan bus yang teridentifikasi sampai semester pertama 2018 lebih dari 100.000 unit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

organda Mandatori B20
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top