PASAR KENDARAAN NIAGA : Sektor Perkebunan Pacu Penjualan Pikap

Penjualan kendaraan bermotor pikap sepanjang semesteri pertama tahun ini melaju cepat di atas rata-rata pertumbuhan wholesale mobil secara keseluruhan, terutama terpacu permintaan di sektor perkebunan.
Thomas Mola & Yudi Supriyanto | 16 Juli 2018 11:40 WIB
Suzuki Carry 1.5. - Suzuki

JAKARTA – Penjualan kendaraan bermotor pikap sepanjang semesteri pertama tahun ini melaju cepat di atas rata-rata pertumbuhan wholesale mobil secara keseluruhan, terutama terpacu permintaan di sektor perkebunan.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pengiriman pabrikan ke diler sepanjang enam bulan pertama tahun ini bertambah 5.273 unit (+7,76%) dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu menjadi 73.194 unit.

Kontribusi pikap terhadap penjualan mobil secara nasional pada semesteri pertama 2017 tercatat sebesar 12,73%, dan pada periode yang sama tahun ini sebesar 13,22%. Pada periode ini, penjualan mobil secara keseluruhan bertumbuh 3,8% menjadi 553.757 unit.

Pada semester pertama tahun ini, Suzuki Carry MT tercatat menjadi model pikap paling laris. Bersama dengan model APV MT, pikap Carry sukses menjadikan Suzuki sebagai merek dengan angka penjualan pikap, menggeser posisi Daihatsu yang pada periode tahun lalu memimpin pasar.

Adapun Daihatsu dengan Gran Max 1,3 MT dan Gran Max 1,5 MT harus puas berada di peringkat kedua lantaran menderita penurunan penjualan. Di posisi ketiga, Mitsubishi dengan pikap T-120 SS mini, Mitsubishi L-200 Diesel, dan Mitsubishi L-300 PU Dsl juga mengalami nasib serupa.

Sementara itu, capaian positif berhasil dibukukan oleh Toyota dan Isuzu. Di segmen pasar ini, Toyota bermain dengan Toyota Hilux, sedangkan Isuzu memiliki Panther Diesel, Panther Bison Flat Deck, D-MAX Diesel, dan Traga.

Harold Donnel, Head of Brand Developmenet and Marketing Research 4W SIS, mengatakan bahwa sektor perkebunan menjadi salah satu pendorong terbesar permintaan kendaraan niaga pikap Suzuki.

Menurutnya, harga komoditas perkebunan membaik sejak semester kedua 2016, dan bertumbuh pada 2017 hingga saat ini. “Growth-nya sudah sustainable, tarikan [permintaan] dari segmen perkebunan membaik, itu sumbangsih terbesar,” kata Harold kepada Bisnis, baru-baru ini.

Dia menuturkan bahwa kebanyakan konsumen Suzuki adalah perusahaan armada (fleet) meskipun pembelian yang dilakukan kerap manual atau satu per satu unit.

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengungkapkan hal senada. “Pada prinsipnya memang karena pergerakan ekonomi sehingga commercial vehicle bertumbuh,” katanya kepada Bisnis, Minggu (15/7).

Dia optimistis tren pertumbuhan akan berlanjut pada semester kedua tahun ini, seiring dengan harga komoditas yang diperkirakan masih akan bagus dan pembangunan infrastruktur yang berlanjut, terlebih mendekati tahun politik pada 2019.

Isuzu menargetkan penjualan pikapnya pada tahun ini sebanyak 3.000 unit, bertambah sekitar 14% dibandingkan dengan capaian pada tahun lalu 2.628 unit. Isuzu, lanjutnya, akan memperbanyak retail activity untuk mendongkrak penjualan di semester kedua.

“Untuk pikap cukup berimbang antara ritel dan fleet. Strateginya kami perbanyak retail activity,” katanya. Sepanjang semester pertama tahun ini, Traga mendominasi penjualan pikap Isuzu hingga 45,48%.

Wholesales Pikap Januari-Juni

 Merek

2018

2017

Selisih

Naik %

 Pangsa 2018

Suzuki

25.777

20.160

5617

27,86%

35,22%

Daihatsu

19.987

21.122

-1135

-5,37%

27,31%

Mitsubishi

19.848

20.892

-1044

-5,00%

27,12%

Toyota

4.490

3.575

915

25,59%

6,13%

Isuzu

1.693

1.247

446

35,77%

2,31%

Nissan

571

394

177

44,92%

0,78%

Tata

384

411

-27

-6,57%

0,52%

Chevrolet

96

0

96

 

0,13%

Sokon

269

0

269

 

0,37%

KIA

50

116

-66

-56,90%

0,07%

Hyundai

29

4

25

625,00%

0,04%

Total

73.194

67.921

5273

7,76%

100,00%

 Sumber: Gaikindo

PT Tata Motors Distribution Indonesia menargetkan penjualan kendaraan niaganya pada tahun fiskal 2018/2019 bertambah menjadi dua kali lipat. Sepanjang enam bulan pertama tahun ini, model pikap Super Ace mengontribusi 71% penjualan Tata.

"Kami ingin double [dua kali lipat] tahun ini dibandingkan tahun lalu," ujar Presiden Direktur PT Tata Motors Distribution Indonesia (TMDI) Biswadev Sengupta pada acara Press Briefing Tata Jelajah Pasar Nusantara 2018, Jumat (13/7).

Brand Manager of Commercial Vehicle PT TMDI Wilda Bachtiar menyebutkan, pikap masih akan menjadi tulang punggung penjualan kendaraan komersial perusahaan karena pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan kendaraan niaga truk.

Menurutnya, pikap Super Ace telah terjual 5.000 unit sejak perusahaan hadir di Indonesia. Dia menambahkan, perusahaan saat ini lebih banyak fokus ke konsumen fleet untuk memacu penjualan produknya. (Moh. Fatkhul Maskur)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Suzuki Carry, Pasar Pikap

Sumber : Bisnis Indonesia, Senin (16/6/2018)

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top