Tesla Tengah Persiapkan Produksi SUV Model Y

Tesla Inc. dikabarkan sedang menargetkan produksi awal untuk sport utility vehicle (SUV) Model Y pada November 2019 di pabrik Fremont, California. Untuk selanjutnya, produksi digadang-gadang berlanjut di China dua tahun setelahnya.
Wike Dita Herlinda | 18 April 2018 01:15 WIB
CEO Tesla Motors Elon Musk dan SUV Model X - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- Tesla Inc. dikabarkan sedang menargetkan produksi awal untuk sport utility vehicle (SUV) Model Y pada November 2019 di pabrik Fremont, California. Untuk selanjutnya, produksi digadang-gadang berlanjut di China dua tahun setelahnya.

Perusahaan yang berbasis di Palo Alto, California itu mulai menerima penawaran awal untuk kontrak para penyuplai Model Y. Kendaraan itu merupakan tipe SUV compact yang menjadi proyek kelanjutan sedan Model 3 yang diluncurkan Juli tahun lalu.

Berdasarkan laporan Reuters, Model Y merupakan upaya pembuktian Tesla untuk tetap konsisten memproduksi mobil baru meskipun perusahaan tersebut sedang mengalami kesulitan dalam melanjutkan produksi Model 3.

Tahun lalu, peluncuran Model 3 sempat mengalami penundaan akibat kesulitan produksi, kendati sedan tersebut sudah mengantongi 500.000 pembeli awal dalam bentuk deposito yang dapat dicairkan. Akibat permasalahan produksi Model 3, Tesla mengalami kerugian material besar.

Namun, awal bulan ini, produsen otomotif yang dikepalai Elon Musk itu kembali berusaha meyakinkan para investornya bahwa produksi Model 3 telah meningkat pada kuartal I/2018 dan akan mencapai 5.000 unit pada kuartal kedua. Dengan kata lain, Tesla berupaya meyakinkan bahwa mereka mampu memproduksi Model 3 sebanyak 250.000 unit per tahun.

Dalam proses manufaktur otomotif, persaingan bidding (penawaran) merupakan proses rumit yang berperan krusial dalam tahap awal produksi kendaraan. Setelah perusahaan menjabarkan rencana mereka, para penyuplai bersaing menawarkan berbagai keunggulan seperti biaya dan teknologi.

Belum lama ini, Tesla telah menerbitkan surat ‘permintaan informasi’ (request for information/RFI) yang menjabarkan apa saja hal-hal yang mereka butuhkan dari para calon penyuplai untuk memproduksi Model Y.

“Saat ada model kendaraan baru, perusahaan otomotif biasanya harus sudah memilih mitra penyuplai setidaknya dua atau dua setengah tahun sebelum produksi dimulai. Untuk Model Y, yang rencananya diproduksi hanya dalam tempo satu setengah tahun ke depan, langkah Tesla dalam meluncurkan RFI termasuk agresif tetapi masuk akal,” papar sumber Reuters.

Tesla selama ini dikenal sebagai salah satu perusahaan otomotif yang cukup agresif dalam menentukan tenggat waktu produksi dengan risiko tinggi hanya agar mobil baru mereka dapat diluncurkan ke pasar lebih cepat.

Tenggat waktu yang mepet tersebut memang berisiko tinggi bagi Tesla, tetapi dapat mengehmat waktu dan biaya. Adapun, Model Y rencananya bakal diproduksi dalam pola yang sama dengan Model 3.

Sekadar catatan, Model Y adalah satu di antara beberapa proyek terdekat Tesla. Adapun, proyek lain yang sudah berjalan a.l. peluncuran Tesla Semi, Tesla Roadster, dan pembangunan pabrik baterai raksasa di Nevada. Tesla juga berencana membangun pabrik di China dalam waktu dekat.

Meskipun Tesla bersikeras tidak membutuhkan tambahan dana tahun ini, Moody’s memproyeksi perusahaan tersebut membutuhkan kenaikan modal lebih dari US$2 miliar setelah mengalami kerugian US$3,4 miliar tahun lalu akibat molornya target produksi Model 3.

Kendati belum ada pernyataan resmi dari Tesla terkait isu tersebut, CEO Elon Musk pada Februari mengatakan bahwa perusahaannya akan menargetkan kapasitas produksi 1 juta unit Model Y per tahun.

Produksi tersebut diprediksi dilakukan di Amerika Serikat sebanyak 500.000 unit dan sisanya dilakukan di China. Saat ini, kapasitas produksi di pabrik Fremont baru mencapai 10.000 unit per pekan. Bagaimanapun, Musk mengatakan bahwa investasi untuk memproduksi Model Y baru akan dimulai pada akhir 2018.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tesla motors

Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top