Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Nissan Targetkan Pendapatan Tahunan Naik 30%

Nissan Motor Co Ltd menargetkan pendapatan tahunan perusahaan naik 30% hingga 16,5 triliun yen pada akhir tahun fiskal 2022. Perusahaan juga membidik margin laba sebanyak 8% dari operasi inti dan cumulative free cash flow sebesar 2,5 triliun yen.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 29 Maret 2018  |  22:28 WIB
Nissan Targetkan Pendapatan Tahunan Naik 30%
Nissan Future. - Nissan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Nissan Motor Co Ltd menargetkan pendapatan tahunan perusahaan naik 30% hingga 16,5 triliun yen pada akhir tahun fiskal 2022. 

Perusahaanjuga membidik margin laba sebanyak 8% dari operasi inti dan cumulative free cash flow sebesar 2,5 triliun yen.

Chief Planning Officer Nissan Phillipe Klein mengatakan hal tersebut akan dicapai melalui inovasi teknologi dan evolusi bisnis. Ada tiga hal yang dipersiapkan perusahaan sebagai bagian dari rencana jangka menengah, Nissan M.O.V.E 2022.

“Kami berupaya untuk fokus dalam menyampaikan Nissan Intelligent Mobility, yang mencakup tiga elemen inti dari elektrifikasi, yaitu teknologi swakemudi, konektivitas, dan layanan mobilitas baru,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (29/3/2018).

Sebagai bagian dari strategi sistem swakemudi, Nissan mengumumkan rencananya untuk menghadirkan teknologi ProPILOT dalam 20 model di 20 negara pada tahun 2022. Perusahaan juga menargetkan untuk menjual 1 juta unit kendaraan yang dilengkapi ProPILOT tiap tahun pada periode tersebut.

Dalam hal konektivitas, Nissan akan mengintegrasi sistem manajemen data kendaraan di masa depan. Seluruh merek yang dinaungi oleh perusahaan, yakni Nissan, Infiniti, dan Datsun akan terkoneksi dalam sistem yang diberi nama Alliance Connected Cloud.

Senior Vice President Nissan Ogi Redzic mengatakan teknologi tersebut akan mengkoneksikan seluruh model baik dari model terbaru hingga yang sebelumnya sudah diluncurkan. “Ini akan mendukung layanan infotainment, serta mekanisme komunikasi satu pintu untuk memfasilitasi pertukaran kabar terbaru bagi semua kendaraan,” katanya.

Alliance Connected Cloud juga akan menjadi pondasi untuk memungkinkan perluasan konektivitas dan layanan mobilitas bagi Nissan, termasuk layanan robo-vehicle ride-hailing.

Nissan telah menguji coba layanan robo-vehice ride-hailing yang diberi nama “Easy Ride” bersama DeNA sebagai mitra di awal bulan ini. Pada awal tahun 2020-an, Nissan menargetkan untuk menyediakan layanan komersial langsung kepada pelanggan.

Redzic bersama Senior Vice President Takao Asami memimpin proyek konektivitas tersebut. Keduanya mengatakan Alliance Connected Cloud ini bertujuan untuk meningkatkan pendapatan tahunan sebesar 30% hingga 16,5 triliun yen pada akhir tahun fiskal 2022

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nissan motor company
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top