Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pengadaan Barang Pemerintah Kurang Ramah Industri Karoseri, Ini Tanggapan Kemenhub

Praktik pengadaan barang dan jasa pemerintah dituding kurang bersahabat dengan industri karoseri karena kerap tidak memberi cukup waktu untuk berproduksi. Apa tanggapan dari Kementerian Perhubungan?
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 22 Maret 2018  |  23:40 WIB
Aktivitas karyawan di pabrik karoseri truk di kawasan industri Bukit Indah City, Purwakarta, Jawa Barat. - JIBI/Nurul Hidayat
Aktivitas karyawan di pabrik karoseri truk di kawasan industri Bukit Indah City, Purwakarta, Jawa Barat. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Praktik pengadaan barang dan jasa pemerintah dituding kurang bersahabat dengan industri karoseri karena kerap tidak memberi cukup waktu untuk berproduksi. Apa tanggapan dari Kementerian Perhubungan?

Humas Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Pitra Setiawan mengungkapkan, pemesanan bus yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan biasanya dilakukan secara tidak mengikat karena mempertimbangkan waktu pelaksanaannya.

Terlebih, lanjutnya pesanan yang dilakukan dalam jumlah besar karena berisiko jika dilakukan pada akhir tahun dan mengikat, kecuali pesanan hanya 1 bus.

Dia menuturkan, lelang tidak mengikat memang dilakukan di akhir tahun sebelumnya. Dia mencontohkan, lelang biasanya dilaksanakan secara tidak mengikat pada akhir 2017 untuk tahun anggaran 2018.

Sementara itu, dia mengaku tidak mengetahui dengan sistem pengadaan yang dilakukan instansi pemerintah lainnya, baik pusat maupun daerah. “Tapi kan yang ada pekerjaan pembuatan bus enggak cuma di kami,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Industri Karoseri Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top