Tren Mobil Matik Buka Peluang Bisnis Pelumas

Pertumbuhan mobil matik di Indonesia menjanjikan. Lalu lintas padat kota besar membuat banyak konsumen otomotif Tanah Air berpikir dua kali untuk memilih transmisi manual.
Muhammad Khadafi | 20 Maret 2018 21:20 WIB
Teknologi transmisi matik terbagi dua, yaitu powershift dan CVT. - shell

Bisnis.com, JAKARTA – PT Shell Indonesia semakin serius membidik pasar kendaraan bertransmisi otomatis atau matic di Indonesia. Perusahaan minyak dan gas ini meluncurkan pembaruan oli transmisi otomatis.

Vice President Marketing Lubricants PT Shell Indonesia Mario Viarengo mengatakan pertumbuhan mobil matik di Indonesia menjanjikan. Lalu lintas padat kota besar membuat banyak konsumen otomotif Tanah Air berpikir dua kali untuk memilih transmisi manual.

“Kami sudah bermain cukup kuat di mobil transmisi manual. Kami ingin terus memperluas pasar,” katanya di acara peluncuran Spirax S5 ATF X di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Mario mengatakan saat ini teknologi transmisi matik di Indonesia terbagi dua, yaitu powershift dan CVT (continous variable transmission). CTV adalah sistem transmisi yang tidak memiliki gigi perseneling seperti pada mobil bertransmisi manual ataupun mobil bertransmisi otomatis konvensional.

Shell terlebih dahulu fokus menggarap pasar powershift karena populasinya masih jauh lebih besar. Menurutnya, CVT mulai populer di Indonesia. Akan tetapi baru terjadi beberapa tahun ke belakang.

“Kami akan monitor pasar. Kalau kami rasa sesuai, kami akan luncurkan juga [oli transmisi CVT],” jelasnya.

Saat ini pengguna mobil matik mudah ditemui di kawasan urban. Sementara itu di daerah lain transmisi manual masih menjadi pilihan utama. Hal itu pun menyebabkan strategi distribusi Spirax yang berfokus pada kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Medan.

“Semua daerah juga akan tersedia, tapi tentu volume distribusinya akan kami sesuaikan dengan kebutuhan area tersebut,” kata Mario.

Mario menambahkan potensi mobil matik di Indonesia masih sangat besar. Teknologi ini terasosiasi erat dengan mobil baru. Dia mengaku memiliki data yang menunjukan bahwa rasio kepemilikan mobil di Indonesia masih sangat rendah.

“Tidak seperti di Amerika Serikat, kebanyakan beli mobil untuk penggantian. Di sini [Indonesia] banyak pembeli pertama,” ujarnya.

Adapun sebagai perusahaan migas internasional, Shell memiliki komitmen bisnis jangka panjang di Indonesia. Perusahaan telah menanamkan investasi dalam bentuk pabrik pelumas di Marunda, Bekasi, Jawa Barat.

Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 136 juta liter per tahun. Pabrik tersebut mulai beroperasi sejak November 2016. Saat ini sebanyak 85% produk yang dijual di Indonesia berasal dari pabrik Marunda.

B2C Lubricants Technical Manager Shell Indonesia Shofwatuzzaki mengatakan satu keunggulan Spirax adalah telah mendapat lisensi dari berbagai macam pabrikan. Hampir seluruh merek kendaraan bermotor roda empat di Indonesia dapat menggunakan pelumas tersebut.

Sales Area Regional Head Shop and Drive Chinto Adiputera membenarkan pertumbuhan mobil matik naik signfikan sepanjang 5 tahun terakhir. “Kurang lebih sekarang lebih dari separuh konsumen kami [mobil matic],” jelasnya.

Menurut Chinto pasar pelumas transmisi saat ini masih sangat terbuka. Meskipun setiap merek memiliki produk sendiri, tetapi setiap konsumen punya preferensi berbeda.

Saat ini merek dagang yang berada di bawah naungan PT Astra Otoparts Tbk ini melayani sekitar 10.000 transaksi setiap bulan dengan 370 gerai. Sebanyak lebih dari 90% adalah pengguna mobil.

KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top