Power Steering Bermasalah, Honda Recall CR-V Baru

PT Honda Prospect Motor (HPM) menemukan potensi masalah pada motor electric power steering Honda CR-V tahun produksi 2017. Perusahaan mengidentifikasi sebanyak 10.950 unit model tersebut di Indonesia.
Muhammad Khadafi | 08 Maret 2018 21:40 WIB
Seorang model berpose di sisi All New Honda CR-V di ajang pameran mobil IIMS 2017 di Jakarta pada Kamis (27/4/2017). Generasi kelima Honda CR-V ini menghadirkan desain baru dengan mesin 1.5 liter VTEC Turbo serta varian baru yang menawarkan kapasitas tujuh penumpang. - Antara/Zarqoni Maksum

Bisnis.comJAKARTA – PT Honda Prospect Motor (HPM) menemukan potensi masalah pada motor electric power steering Honda CR-V tahun produksi 2017. Perusahaan mengidentifikasi sebanyak 10.950 unit model tersebut di Indonesia. 

HPM sebagai agen pemegang merek Honda di Tanah Air menghimbau konsumen segera melakukan pemeriksaan dan pergantian komponen di diler resmi Honda. Kegiatan ini merupakan program yang dinisiasi oleh Honda Motor Co. Ltd. dan berlaku secara global. 

Marketing and After Sales Service Director HPM Jonfis Fandy mengatakan penarikan unit untuk diperbaiki atau recall adalah upaya perusahaan untuk memastikan produknya memiliki standar keselamatan dan kualitas tertinggi. “Kegiatan ini dilakukan tanpa memungut biaya apapun dari konsumen,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Kamis (8/3/2018). 

Proses pemeriksaan dan penggantian komponen motor electric power steering berlangsung kurang lebih selama 1 jam. Kampanye penggantian komponen ini akan mulai dilaksanakan pada hari Senin (19/3/2018) di seluruh diler resmi Honda Indonesia. Masa kampanye perbaikan ini akan berjalan selama 6 bulan, hingga 19 September 2018, sementara masa perbaikan akan terus berlangsung walaupun masa kampanye telah selesai.

Selain itu, HPM juga mengumumkan penambahan unit diduga bermasalah dalam recall soal airbag inflator. Sebelumnya hal ini sudah dilakukan HPM sejak Maret 2016.

Adapun HPM menambah 49.152 unit ke dalam daftar sebelumnya. Perusahaan merinci dengan 26.946 unit Honda Jazz produksi 2002—2014, 19.145 unit Honda Freed 2012—2014, 2.971 Honda Ciy 2012—2013, dan 90 unit Honda Accord 2012—2013. 

Perbaikan airbag inflator ini dilakukan sebagai tindakan pencegahan terhadap kemungkinan terjadinya keadaan dimana kantung udara mengembang tidak pada sebagaimana mestinya. HPM menjelaskan kondisi ini bisa terjadi saat benturan dan kantung udara mengembang secara berlebih, sehingga dapat membahayakan penumpang. 

Proses penggantian komponen airbag inflator berlangsung kurang lebih selama 1—2 jam, tanpa dikenakan biaya apapun. Kampanye ini telah dilaksanakan sejak Kamis (8/3/2018) di seluruh diler resmi Honda di Indonesia. Masa kampanye perbaikan airbag inflator ini akan berjalan selama 6 bulan hingga 8 September 2018, sementara masa perbaikan akan terus berlangsung walaupun masa kampanye telah usai.

Terkait dua hal tersebut HPM telah mengirimkan surat pemberitahuan langsung kepada para pemilik kendaraan yang teridentifikasi. Informasi mengenai kampanye ini dan kendaraan yang teridentifikasi juga dapat dilihat pada situs resmi Honda Indonesia. Selanjutnya konsumen bisa langsung mendaftarkan kendaraannya terlebih dahulu.

 

Tag : honda, New Honda CR-V, Recall Kendaraan
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top