Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Bekas Disetop, Lookman Djaja: Pengusaha Truk Tak Masalah

PT Lookman Djaja tidak mempermasalahkan jika pemerintah memutuskan untuk melarang impor truk-truk bekas ke dalam negeri.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 02 Maret 2018  |  10:12 WIB
CEO PT Lookman Djaja Kyatmaja Lookman (kedua kiri), Regional Sales Manager ExxonMobil Lubricants Indonesia Endratno Sembiring (dari kiri), General Manager Automotive Sales Alfin Kurniadi, dan Commercial Vehicle Lubricants Regional Sales Manager Indra Ardianti, memencet tombol saat memperkenalkan Mobil Delvac MX ESP dalam pameran Indonesia Transport Supply Chain and Logistic 2017 di Jakarta, Selasa (10/10). - JIBI/Dwi Prasetya
CEO PT Lookman Djaja Kyatmaja Lookman (kedua kiri), Regional Sales Manager ExxonMobil Lubricants Indonesia Endratno Sembiring (dari kiri), General Manager Automotive Sales Alfin Kurniadi, dan Commercial Vehicle Lubricants Regional Sales Manager Indra Ardianti, memencet tombol saat memperkenalkan Mobil Delvac MX ESP dalam pameran Indonesia Transport Supply Chain and Logistic 2017 di Jakarta, Selasa (10/10). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA—PT Lookman Djaja tidak mempermasalahkan jika pemerintah memutuskan untuk melarang impor truk-truk bekas ke dalam negeri.

Kyatmaja Lookman, Chief Executive Officer (CEO) PT Lookman Djaja, mengatakan selisih harga antara truk baru dengan truk bekas yang diimpor pada saat ini tidak jauh berbeda. Oleh karena itu, dirinya menuturkan tidak keberatan jika pemerintah melakukan pelarangan terhadap impor truk bekas.

“Pengusaha truk banyak. Kalau saya enggak ada masalah, gap kecil,” kata Kyatmaja di Jakarta, Jumat (2/3/2018).

Selain harga, dia menambahkan, komponen suku cadang dan perawatan juga menjadi salah satu pertimbangan sebelum memutuskan untuk membeli truk-truk baru.

Menurutnya, perawatan terhadap truk bekas yang sudah memiliki masa pakai 10 – 15 tahun ketika diimpor jauh berbeda dengan perawatan terhadap truk baru.

Terlebih, lanjutnya, mesin truk-truk di luar negeri sesuai standar gas buang atau emisi euro 4 atau lebih tinggi. Sementara di dalam negeri, bahan bakar solar untuk mesin tersebut masih untuk mesin standar euro 2.

Penggunaan bahan bakar berstandar euro 2 pada mesin dengan standar gas buang euro 4 atau lebih tinggi akan membuat kondisi mesin tidak baik, dan berujung pada tingginya biaya untuk melakukan perawatan.

Kyatmaja yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Bidang Distribusi dan Logistik menuturkan, pengusaha yang kemungkinan akan mengalami kesulitan ketika aturan pembatasan impor truk bekas diterapkan adalah para pelaku usaha tambang.

Dia menuturkan, biasanya truk-truk bekas yang diimpor adalah golongan 4 dan 5, dan itu digunakan oleh para pelaku usaha tambang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Lookman Djaja Truk Bekas Impor Truk
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top