Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Impor Truk Bekas Disetop, ISUZU: Industri Dalam Negeri Harus Dilindungi

Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ernando Demily mengatakan, pihaknya menyambut positif rencana pemerintah lantaran sebagai salah satu pemain, perusahaan telah membangun industri kendaraan niaga di dalam negeri.
Yudi Supriyanto
Yudi Supriyanto - Bisnis.com 01 Maret 2018  |  17:49 WIB
Vice President Director IAMI Ernando Demily.  - BISNIS/KELIK TARYONO
Vice President Director IAMI Ernando Demily. - BISNIS/KELIK TARYONO

Bisnis.com, JAKARTA— PT Isuzu Astra Motor Indonesia menanggapi positif rencana pemerintah yang akan melarang impor truk-truk bekas ke dalam negeri.

Vice President Director PT Isuzu Astra Motor Indonesia Ernando Demily mengatakan, pihaknya menyambut positif rencana pemerintah lantaran sebagai salah satu pemain, perusahaan telah membangun industri kendaraan niaga di dalam negeri.

“Isuzu, kami sebagai pelaku industri tentunya sangat positif [Impor truk bekas dihentikan],” kata Ernando di Jakarta pada Kamis (1/3/2018).

Tidak hanya membangun, pihaknya juga telah menciptakan lapangan pekerjaan bagi masyarakat Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah sebaiknya bisa melindungi kepentingan industri kendaraan niaga di dalam negeri.

Menurutnya, para pelaku usaha industri kendaraan niaga di dalam negeri sudah bisa memenuhi permintaan–permintaan yang ada. “Tentunya, untuk itu pemerintah bisa melindungi kepentingan industri. Kalau impor truk bekas dibuka, kan industrinya, selama kita bisa memenuhi permintaan kenapa harus impor truk bekas,” katanya.

Tanpa menyebutkan besarannya, dia menuturkan, impor truk bekas di dalam negeri baru belum terlalu besar. Hanya saja, pihaknya khawatir volume impor truk bekas ke dalam negeri akan semakin banyak jika pemerintah terus mendiamkannya.

“Sampai hari ini impor truk bekas di Indonesia belum terlalu besar. Cuma kekhawatiran kami, kalau ini didiamkan terus, makin lama makin banyak. tentunya enggak bagus untuk industri,” katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Isuzu Truk Bekas
Editor : Fatkhul Maskur

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top