GIICOMVEC 2018 : Dibuka Esok, Bus Listrik Karya Anak Bangsa Ikut Mejeng

Bisnis berkesempatan mengintip persiapan akhir GIICOMVEC, mendapati sejumlah stand yang diperkirakan bakal menyedot perhatian para pengunjung dan calon pembeli, salah satu diantaranya bus listrik yang diproduksi oleh Mobil Anak Bangsa (MAB).
Yusran Yunus | 28 Februari 2018 20:41 WIB
Ilustrasi - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Denyut keramaian Hall dan Hall B Jakarta Convention Center (JCC) pada sehari sebelum dimulainya pameran khusus kendaraan komersial pertama di Tanah Air,  GAIKINDO Indonesia International Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) 2018, Rabu (28/2/2018), sudah sangat terasa.

Tampak sekali para pekerja kontraktor anjungan/stand peserta pameran sedang sibuk-sibuknya menuntaskan pekerjaan akhir mereka sebelum pameran berkonsep business to business (B to B) dibuka secara resmi oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto pada esok hari, Kamis (1/3/2018) dan akan berakhir pada 4 Maret 2018.

Bisnis berkesempatan mengintip persiapan akhir GIICOMVEC, mendapati sejumlah stand yang diperkirakan bakal menyedot perhatian para pengunjung dan calon pembeli, salah satu diantaranya bus listrik yang diproduksi oleh Mobil Anak Bangsa (MAB).
Bus Listrik produksi Mobil Anak Bangsa

Terlihat ada sedikitnya 2 bus display yang bakal dipajang oleh MAB, satu di dalam hall dan satu lainnya diparkir di luar hall lantaran daya tampung Hall yang terbatas.

"Bisa dikatakan ini mobil listrik nasional karena merupakan hasil karya anak bangsa, makanya disebut sebagai Mobil Anak Bangsa. Di luar mesin, semuanya dipasok oleh perusahaan komponen dari dalam negeri dan diproduksi di Magelang, Jawa Tengah," kata seorang teknisi MAB di JCC.

Hampir semua peserta pameran yang terdiri dari agen pemegang merek (APM) kendaraan komersial dan perusahaan industri komponen mobil komersial, sudah menyiapkan produk-produk terbaru mereka yang bakal menarik perhatian calon pembeli.

Sedikitnya enam seri truk dan bus terbaru akan diluncurkan di pameran otomotif khusus kendaraan komersial di pameran ini. Enam brand yaitu Isuzu, Iveco, Mercedes-Benz, Suzuki, dan Volvo akan meluncurkan kendaraan komersial tipe baru. Mitsubishi Fuso akan pre-launching kendaraan barunya.

32 Merek

Data terakhir penyelenggara GIICOMVEC 2018 menyebutkan tercatat ada 32 merek dari perusahaan kendaraan komersial dan industri pendukungnya yang telah menyatakan ikut, 14 diantaranya adalah APM kendaraan komersial yaitu Daihatsu, Hino, Isuzu, Iveco, MAB (Mobil Anak Bangsa), Mercedes-Benz, Mitsubishi Fuso, Mitsubishi Motors, Suzuki, Sokonindo, UD Truck, United Tractors, Toyota serta Volvo.

Kemudian, ada 5 industri karoseri yaitu Adiputro, Laksana, Shinmei, Sugity Creatives, Trubo Engineering serta industri pendukung lainnya antara lain ADR Group, Alcoa wheel, Astra otoparts, BG Product, Dunlop, Esmak Makine, Evalube, Gajah Tunggal, Goodyear, Himawan Putra, Pro7 Auto Lighting.
Stand Laksana

Ketua umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Yohannes Nangoi, mengatakan pameran GIICOMVEC mengemban misi yang lumayan berat yakni menjaga momentum tren kenaikan penjualan kendaraan komersial yang pada 2017 bertumbuh sebesar 45% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Pertumbuhan 45% kira-kira setara dengan penjualan sebanyak 80.000-an unit," kata Nangoi.

Melalui gelaran ini, pertumbuhan penjualan itu diharapkan bisa lebih meningkat lagi melebihi 45% hingga mendapatkan kembali momentum kejayaan dan keemasan kendaraan komersial pada tahun 2013-2014 yang ketika itu membukukan penjualan sebanyak 115.000-an unit.

Nangoi menjelaskan tren penjualan kendaraan komersial yang dicapai pada 2017 menjadi modal berharga menuju pencapaian terbaik pada 2013-2014.

Nangoi menyebutkan ada beberapa faktor pendukung yang bisa mendorong ke arah itu yakni tren membaiknya pertumbuhan ekonomi nasional, kondisi sosial-politik yang stabil serta semakin membaiknya aturan-aturan yang berhubungan dengan dunia bisnis (business friendly).

"Pemerintah lagi gencar-gencarnya melaksanakan proyek-proyek infrastruktur secara massif. Di waktu bersamaan, harga-harga komoditas ekspor seperti crude palm oil, batu bara, sudah mulai membaik. Semua itu menggerakkan roda perekonomian dan di situ ada kebutuhan kendaraan operasional. Nah, di sinilah Giicomvec 2018
menemukan momentumnya," ujarnya.

3.000-an Calon Pembeli Potensial

Pihak Gaikindo menargetkan 3.000 potential buyer akan hadir di pameran ini. Calon pembeli ini datang dari berbagai sektor seperti industri transportasi, logistik, konstruksi dan infrastruktur, komoditas migas dan non migas, peternakan, kehutanan, ritel, perkulakan dan sebagainya.

"Berbeda dengan GIIAS [GAIKINDO Indonesia International Auto Show], untuk para buyer potensial kenapa diklasifikasikan? Karena [menurut kami] ini target yang paling potensial, jadi konsentrasi kami di sini," ungkap Presiden Direktur Seven Events, Romi. Seven Events adalah event organizer yang dipercaya Gaikindo menyelenggarakan GIICOMVEC 2018.

Romi mengemukakan dalam membantu calon buyer untuk lebih mengenal keunggulan produk, akan diselenggarakan berbagai program, seperti Daily Seminar and Talkshow, Buyers and Exhibitors, Network Gathering, dan Bus and Truck Demo Area.
Stand truk

"Untuk Bus and Truck Demo Area, para APM akan mendemostrasikan keunggulan produknya secara langsung dan para calon buyer akan mendapatkan kesempatan untuk melihat langsung teknologi unggulan tiap merek," ujarnya.

Tag : pameran mobil, Giicomvec 2018
Editor : Rustam Agus
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top