Program Mobil Listrik, ITB Sedang Fokus Kembangkan Baterai

PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berkolaborasi dengan tujuh perguruan tinggi negeri untuk pengembangan sumber daya kelistrikan, termasuk mendorong mobil listrik nasional. Pengembangan baterai dinilai menjadi kunci sukses program tersebut.
Agne Yasa | 28 Februari 2018 18:50 WIB
Baterai Lithioum Ion. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) berkolaborasi dengan tujuh perguruan tinggi negeri untuk pengembangan sumber daya kelistrikan, termasuk mendorong mobil listrik nasional. Pengembangan baterai dinilai menjadi kunci sukses program tersebut.

Ketujuh perguruan tinggi negeri tersebut adalah Universitas Indonesia (UI), Institut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (Undip), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), dan Universitas Udayana (Unud).

Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) Kadarsah Suryadi mengatakan bahwa hal yang paling penting dalam pengembangan mobil listrik adalah baterai sebagai permasalahan utama.

Dia mengatakan untuk mengembangkan baterai bagi kendaraan listrik ini juga melibatkan multidisipilin ilmu, kimia, mekanik hingga lingkungan. "ITB memiliki lintas disiplin semua terkait baterai. Oleh karena itu, kami sedang menekuni, menciptakan, mendesain baterai yang tahan lama operasinya tetapi sebentar charging-nya," katanya kepada Bisnis, Rabu (28/2/2018).

Menurutnya, prinsip bahan bakar pada mobil yang hanya membutuhkan waktu sedikit untuk mengisi dan berfungi hingga ratusan kilometer, seharusnya dapat diterapkan pada baterai untuk mobil listrik. "Baterai pun harusnya seperti itu, ini kita harus sabar dan ulet karena itu suatu proses yang lama," katanya.

Dia mengatakan di negara maju seperti China, Jepang dan Amerika Serikat pun, baterai ini masih dalam riset. "Belum ada mobil listrik yang single baterai yang tahan lama. Di Finlandia ada, tapi itu juga tertentu. Oleh karena itu saya menyambut baik program mobil listrik karena ini kesempatan kita untuk memacu," jelasnya. 

Dia mengatakan para peneliti baterai mobil listrik ini akan terpacu agar dapat lebih cepat merealisasikan baterai tersebut. "Dengan ada dukungan pemerintah, industri, kami akan lebih semangat," katanya.

Kadarsah mengatakan terdapat tiga komponen dalam inovasi yaitu CIS, commitment, involvement, dan support. Melalui kerja sama ini sudah ada dukungan dari pemerintah dan industri, kemudian semuanya dilibatkan tidak hanya satu perguruan tinggi, serta semuanya sudah komitmen dengan adanya penandatangana kerja sama. "Insya Allah semuanya akan lebih cepat terealisasi," katanya.

Tag : GS Battery, Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top