Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitsubishi Outlander PHEV Tembus Angka Penjualan 100.000 Unit di Eropa

Sekitar empat tahun setelah diluncurkan, penjualan Mitsubishi Outlander PHEV berhasil menembus tonggak angka 100.000 di Eropa.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Januari 2018  |  21:09 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Sekitar empat tahun setelah diluncurkan, penjualan Mitsubishi Outlander PHEV berhasil menembus tonggak angka 100.000 di Eropa.

Hal tersebut diumumkan Mitsubishi Motor Corporation (MMC) pada hari ini, Senin (29/1/2018). Dalam keterangan resminya, Outlander PHEV dinyatakan berkontribusi lebih dari 10% penjualan di Eropa untuk Mitsubishi Motors saat ini.

Saat melakukan debutnya, yang diawali di Belanda dan Skandinavia, Outlander PHEV telah membawa dimensi baru ke segmen SUV Eropa.

Berdasarkan data JATO Dynamics, Outlander PHEV merupakan kendaraan plug-in hybrid terlaris di wilayah tersebut dalam tiga tahun terakhir (2015-2017).

Terlepas dari jumlah pesaing yang terus bertambah, Outlander PHEV tetap berada di jajaran terdepan berkat evolusi model yang konstan. Pada 2017, Outlander PHEV berhasil mempertahankan posisi puncaknya di Inggris, Norwegia, dan Spanyol.

Outlander PHEV memang telah menjadi andalan teknologi Mitsubishi Motors. Konstruksi plug-in hybrid electric kendaraan ini merupakan elemen inti dari strategi produk perusahaan.

Produk ini lahir dalam tradisi terobosan teknik lainnya dari Mitsubishi Motors, seperti four-wheel drive (4WD) pada 1936, electric powertrain pada 1966, dan SUV pada 1982.

Outlander PHEV merupakan kendaraan SUV berukuran menengah yang menawarkan kombinasi menarik dampak lingkungan yang rendah, keamanan aktif 'Super-All Wheel Control', keandalan yang sangat baik, dan biaya operasional yang rendah.

Dikembangkan dari kendaraan yang sepenuhnya listrik, Outlander PHEV memiliki konstruksi unik yang terdiri dari motor listrik depan, motor listrik belakang, dan tanpa gearbox. Ini memberi manfaat bagi pengemudi yang memiliki bobot jauh lebih rendah (baik untuk efisiensi energi).

Manfaat lain adalah layout yang lebih sederhana dan pengoperasian yang benar-benar mulus. Sementara itu, kendaraan ini mampu menempuh jarak jauh dengan konsumsi bahan bakar dan emisi CO2 yang berkurang.

Outlander PHEV digunakan oleh delegasi Jepang yang menghadiri Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa ('COP21') 2015 di Paris. Kendaraan ini didapuk sebagai Compact SUV paling ekologis di Jerman ("Auto Test Sieger in Gruen") untuk majalah Auto Test dan Oekotrend pada 2015, 2016, dan 2017.

Pada 2014, seorang pengendara asal Swiss, Felix Egolf, berhasil menempuh jarak 700 km menggunakan Outlander PHEV, termasuk 133 km di jalan raya, dengan hanya 40,55 liter bensin.

Di tengah perdebatan sengit di Eropa tentang masa depan diesel dan posisi mobil di masyarakat, pencapaian tonggak ini menegaskan ambisi Mitsubishi Motors untuk menawarkan proposisi baru bagi mereka yang ingin merangkul perubahan.

Pada Oktober 2013 sampai Desember 2017, angka total penjualan kumulatif Mitsubishi Outlander PHEV di Eropa berjumlah 100.097 unit.

Berikut 10 pasar teratas kendaraan ini di Eropa:

1. Inggris Raya - 34.108

2. Belanda - 25.399

3. Norwegia - 13.429

4. Swedia - 9.957

5. Jerman - 6.743

6. Prancis - 2.580

7. Spanyol - 1.941

8. Swiss - 1.321

9. Portugal - 795

10. Belgia - 725

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mitsubishi outlander
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top