London Tak Perpanjang Izin Uber, Ini Reaksi Bos Baru Khosrowshahi

Bos baru Uber Dara Khosrowshahi meminta maaf kepada London atas kesalahan aplikasi taksi, dan berjanji melakukan perubahan demi keputusan penghentian izin operasi perusaan itu dibatalkan oleh otoritas setempat.
Fatkhul Maskur | 26 September 2017 11:45 WIB
Uber Taxi. - mises.org

Bisnis.com, LONDON - Bos baru Uber Dara Khosrowshahi meminta maaf kepada London atas kesalahan aplikasi taksi, dan berjanji melakukan perubahan demi keputusan penghentian izin operasi perusaan itu dibatalkan oleh otoritas setempat.

Regulator transportasi ibu kota Inggris pada Jumat (22/9) menyatakan Uber tidak layak menjalankan layanan taksi dan memutuskan untuk tidak memperbarui izin operasinya, yang akan berakhir minggu ini, dengan alasan pendekatan perusahaan tersebut untuk melaporkan tindak pidana berat dan pemeriksaan latar belakang pada pengemudi.

Wali Kota Sadiq Khan, seorang politisi Partai Buruh yang sejak lama mengkritik firma tersebut, mengatakan pada Senin (25/9) bahwa dia meminta Transport for London (TfL) untuk bertemu dengan CEO Khosrowshahi.

Uber yang memiliki kendaraan 40.000 unit, sepertiga dari total jumlah kendaraan pribadi, akan terus mengangkut penumpang sampai proses banding habis, yang kemungkinan akan memakan waktu beberapa bulan.

Di sisi lain, Polisi London telah memprotes bahwa aplikasi tersebut, yang didukung oleh Goldman Sachs dan BlackRock, tidak mengungkapkan atau terlalu lama mengungkapkan kejahatan berat, termasuk serangan seksual. Hal tersebut dinilai membuat masyarakat menghadapi risiko.

"Ini benar bahwa kami salah dalam hal ini. Atas nama Uber secara global, saya mohon maaf atas kesalahan yang telah kami buat," tulis Khosrowshahi dalam sebuah surat terbuka kepada London.

Namun, pihak perusahaan Silicon Valley itu akan mengajukan banding atas keputusan jutaan orang London. "Akan tetapi dengan penuh kesadaran kami juga harus berubah," katanya.

Kehilangan lisensi yang dialami start-up San Francisco di salah satu ibu kota terkaya di dunia itu terjadi setelah beberapa bulan penuh gejolak yang menyebabkan mantan CEO dan pendiri Travis Kalanick dipaksa keluar.

Khosrowshahi, yang kurang dari satu bulan menduduki jabatan barunya, tidak menyebut secara jelas kesalahan Uber yang dibuat di London--pasar utamanya.

Kepala kota Uber di Inggris, Fred Jones, mengatakan bahwa perusahaan tersebut bekerja sama dengan polisi untuk mengetahui bagaimana laporan tersebut dapat disampaikan dengan lebih baik.

Dia juga mengatakan TfL, yang menolak memberikan komentar pada Senin (25/9), belum jelas mengenai hal tersebut.

"Begitu kami memahaminya, kami bisa bekerja sama dengan mereka untuk mencari tahu apa yang mereka ingin kami lakukan dan bagaimana kami bisa maju dan saya pikir itu adalah langkah selanjutnya yang penting," kata Jones kepada radio BBC.

PASUKAN PENGACARA

Khan, yang mendukung keputusan TfL, mengatakan bahwa badan transportasi tersebut terbuka untuk bertemu dengan bos Uber, namun menyerang tanggapan perusahaan Silicon Valley yang kehilangan lisensinya.

"Saya menghargai Uber memiliki pasukan pengacara, mereka juga melakukan ancaman agresif untuk membawa kami ke pengadilan dan lainnya," katanya kepada radio BBC.

Dia mengingatkan bahwa tidak bisa bertindak dengan dua arah berlawanan. "Di satu sisi bertindak secara agresif untuk segala macam hal, tetapi di sisi lain memberi tahu wartawan bahwa mereka ingin melakukan kesepakatan dengan TfL," katanya. Khan menambahkan bahwa siapa pun akan disambut di London apabila mematuhi peraturan.

Uber memiliki waktu sampai 14 Oktober untuk mengajukan banding atas keputusan TfL dan kasus tersebut kemungkinan diajukan ke Pengadilan Westminster Magistrates di London.

Uber, yang mulai beroperasi di London pada 2012, telah menghadapi kekalahan dari sisi regulasi dan hukum di seluruh dunia di tengah perlawanan dari layanan taksi tradisional, dan telah dipaksa untuk keluar dari beberapa negara, termasuk Denmark dan Hungaria.

Namun, pihaknya juga berhasil membatalkan larangan dan tindakan keras lainnya.

Awal tahun ini, Italia secara singkat memblokir Uber dari operasi, dengan alasan persaingan tidak sehat, namun mencabut larangan tersebut seminggu kemudian, sementara di Taiwan layanan tersebut dilanjutkan pada April setelah perundingan dengan pihak berwenang pulau itu mengakhiri penangguhan dua bulan.

Sebuah petisi yang meminta London untuk membatalkan keputusannya yang tidak memperpanjang lisensi Uber telah terkumpul lebih dari 750.000 tanda tangan di siang hari pada Senin (25/9).

"Larangan ini menunjukkan kepada dunia bahwa London tidak terbuka dan tertutup bagi perusahaan inovatif, yang memberi pilihan kepada konsumen dan kesempatan kerja bagi mereka yang membutuhkannya," demikian tulisan petisi itu.(f)

Tag : taksi, Uber Technologies
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top