TREN MOBIL LISTRIK: Volkswagen Berambisi Memimpin, Ogah Mengekor

Setelah didera skandal Dieselgate di Amerika Serikat, Volkswagen AG cepat mengambil sikap soal pengembangan mobil listrik. VW, pabrikan otomotif multinasional yang berpusat di Wolfsburg, Jerman, ini sesumbar untuk mengambil posisi paling depan soal pengembangan mobil tanpa emisi.
Fatkhul Maskur | 24 September 2017 05:30 WIB
CEO VW Matthias Mueller berbicara dengan Kanselir Jerman Angela Merkel saat acara pembukaan Frankfurt Motor Show (IAA) 2017 di Frankfurt, Jerman, Kamis (14/9). - REUTERS

Setelah didera skandal Dieselgate di Amerika Serikat, Volkswagen AG cepat mengambil sikap soal pengembangan mobil listrik. VW, pabrikan otomotif multinasional yang berpusat di Wolfsburg, Jerman, ini sesumbar untuk mengambil posisi paling depan soal pengembangan mobil tanpa emisi.

“Perusahaan seperti Volkswagen harus memimpin, bukan mengekor,” ujar Chief Executive Matthias Mueller kepada reporter ketika memaparkan “Roadmap E" pada malam menjelang Frankfurt Auto Show.

Volkswagen, perusahaan otomotif dengan angka pendapatan 217,3 miliar euro (2016) alias terbesar keenam sejagat, siap menginvestasikan dana senilai 20 miliar euro (US$24 miliar) untuk memproduksi kendaraan tanpa emisi pada 2030.

Pabrikan dengan penjualan terbanyak ini juga siap bertarung melawan Tesla di pasar mobil listrik. Menurut Muller, VW akan meluncurkan 80 model kendaraan elektrik dari lintas merek grup pada 2025, jauh lebih banyak dari target semula yang hanya 30 model.

Tak hanya itu, VW juga akan menawarkan mobil versi listrik dari 300 model yang dimiliki grup pada 2030. Merek di bawah Volkswagen Group mencakup mobil penumpang Audi, Bentley, Bugatti, Lamborghini, Porsche, SEAT, Škoda dan Volkswagen; sepeda motor Ducati; kendaraan komersial MAN, Scania, dan Volkswagen Commercial Vehicles.

Perusahaan Jerman ini sebelumnya menyatakan akan mengucurkan lebih dari 10 miliar euro pada 2025 untuk mendorong kendaraan elektrik. Namun, angka tersebut kemudian ditambah menjadi dua kali lipatnya.

Sampai dengan pengakuan dua tahun lalu atas kecurangan tes emisi mesin diesel di AS, Volkswagen tidak memiliki ketertarikan untuk mengembangkan teknologi swakemudi dan mobil listrik.

Akan tetapi, skandal dieselgate telah mendorong pergeseran strategis, ketika kemajuan besar baterai dan serangan global atas polusi di belakang skandal VW telah meningkatkan tekanan terhadap pabrikan mobil untuk mempercepat pengembangan kendaraan alternatif bebas emisi.

Pabrikan mobil Amerika, Eropa, maupun Asia memantapkan langkah pengembangan mobil listrik. “Kami pun telah menetapkan sebuah aksi sebagai terobosan final untuk e-mobility,” ujar Muller.

Di ajang Frankfurt Motor Show, VW memperkenalkan I.D., salah satu dari enam model mobil listrik yang dibangun dengan platform MEB. Pertama kali ditunjukkan di Paris Auto Show, VW I.D. akan menjadi salah satu jagoan melawan mobil mahal Tesla, sedan Model 3 dengan harga standar US$35.000.

Program mobil listrik VW akan berpusat pada pengembangan platform modular MEB dengan merek senama, yang akan mendukung semua kendaraan listrik dari grup. Model kompak bergaya Golf dengan jarak tempuh sekitar 600 kilometer (373 mil) akan diproduksimulai 2020.

Ofensif mobil elektrik VW mengikuti sesumbar rival Jermannya yang disampaikan sebelum pembukaan Frankfurt Motor Show.

Daimler pada Senin (11/9) menyatakan bahwa merek mewah Mercedes-Benz berencana memasarkan kendaraan listrik untuk semua model pada 2022, meski mengingatkan bahwa pergeseran ke margin rendah mobil listrik perlu penghematan biaya tambahan.

BMW, yang meluncurkan mobil i3 pada 2013, pada Selasa (12/9) menyatakan bahwa perusahaan telah menyiapkan pabriknya untuk produksi massal kendaraan listrik pada 2020, dan berjanji meluncurkan 12 model mobil dengan baterai murni pada 2025.

Para pabrikan ini bersemangat memasuki arena baru perlombaan mobil listrik, seiring dengan makin menguatnya hambatan maupun pajak mobil diesel maupun mesin pembakaran dalam, yang mendorong perkembangan mobil listrik. Meski, diperlukan investasi besar untuk pusat pengisian daya serta jaringan listrik.

China, pasar otomotif terbesar di dunia, tengah mengkaji waktu untuk menghentikan produksi dan penjualan kendaraan mesin BBM, mengikuti jejak Inggris dan Prancis yang telah mengumumkan larangan mobil konvensional pada 2040.

Saat ini, untuk memenuhi kebutuhan Roadmap E, VW telah mulai melakukan seleksi partner di China, Eropa, dan Amerika Utara, untuk memasok cell baterai dan teknologi terkait senilai sekitar 50 miliar euro.

Di depan VW, Tesla pada Januari telah mulai memproduksi secara massal cell baterai lithium-ion di pabrik di Nevada, yang memiliki kapasitas produksi 35 gigawatt-hours.

VW akan membutuhkan kapasitas setara sekurangnya empat gigafactories untuk menggerakkan mobil listrik yang akan berkembang pesat. Namun, Mueller memastikan bahwa VW tidak perlu menjual asset untuk mendanai ekspansi mobil listrik. "No, not at all," katanya.

Meski sempat memiliki kekurangan secara finansial di dua tahun terakhir akibat skandal dieselgate yang menderanya, posisi VW dari aspek keuangan sekarang ini diklaim cukup baik untuk memenuhi kebutuhan investasi. (f)

Tag : mobil listrik, volkswagen, Tren Mobil Listrik
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top