MOBIL LISTRIK DIPACU, China Rancang Batas Akhir Mobil BBM

Seakan tak mau kalah dengan Prancis dan Inggris, China akan menetapkan batas akhir waktu untuk penjualan mobil berbahan bakar fosil, sekaligus mempercepat kembali laju penjualan kendaraan elektrik di pasar terbesar kedua dunia itu. Sejumlah pabrikan, terutama BYD Co. dan BAIC Motor Corp., akan menjadi kunci perubahan besar ini.
Fatkhul Maskur
Fatkhul Maskur - Bisnis.com 11 September 2017  |  10:30 WIB
MOBIL LISTRIK DIPACU, China Rancang Batas Akhir Mobil BBM
Kendaraan listrik sedang mengisi tenaga. - IEA

TIANJIN – Seakan tak mau kalah dengan Prancis dan Inggris, China akan menetapkan batas akhir waktu untuk penjualan mobil berbahan bakar fosil, sekaligus mempercepat kembali laju penjualan kendaraan elektrik di pasar terbesar kedua dunia itu. Sejumlah pabrikan, terutama BYD Co. dan BAIC Motor Corp., akan menjadi kunci perubahan besar ini.

Xin Guobin, Wakil Menteri Industri dan Teknologi Informasi China, mengatakan bahwa pemerintah bersama dengan regulator lain terkait tengah membuat jadwal untuk mengakhiri produksi dan penjualan mobil berbahan bakar minyak.

"Langkah ini akan berdampak besar terhadap lingkungan dan pertumbuhan industri otomotif China," kata Xin dalam sebuah forum otomotif di Tianjin, Sabtu (9/9/2017).

China, yang merupakan ekonomi terbesar kedua di dunia, telah berjanji untuk membatasi emisi karbonnya pada 2030 dan mengekang polusi udara yang memburuk. Langkah China ini menyusul sejumlah negara yang telah menetapkan pelarangan penjualan kendaraan berbahan bakar fosil, seperti Inggris dan Prancis.

China adalah anggota Inisiatif Kendaraan Listrik (EVI), forum kebijakan lintaspemerintah yang dibentuk pada 2009 di bawah kementerian energi dan lingkungan, untuk mempercepat penyebaran mobil listrik di dunia. EVI terdiri dari 10 negara, yakni Kanada, China, Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Norwegia, Swedia, Inggris, dan AS.

Larangan tegas terhadap mobil mesin bakar tersebut akan mendorong produsen mobil lokal dan global semakin fokus mengenalkan lebih banyak mobil listrik dengan emisi nol guna membantu membersihkan kota-kota besar yang tersedak asap.

"Implementasi larangan di pasar besar seperti China bisa setelah 2040,” kata Liu Zhijia, Asisten General Manager Chery Automobile Co., eksportir mobil penumpang terbesar China yang meluncurkan lini baru baterai kelas atas, dan model hibrida plug-in di Frankfurt Motor Show, pekan lalu. "Kebijakan itu akan memberi banyak waktu bagi setiap orang untuk melakukan persiapan."

Di saat banyak produsen global, mulai dari miliarder Elon Musk Tesla Inc. hingga Nissan Motor Co dan General Motors Co, berlomba-lomba merebut sepotong pasar kendaraan listrik di China, produsen lokal telah mendapat banyak keberhasilan berkat kebijakan pemerintah yang murah hati memberi subsidi.

MEMIMPIN PASAR

Sepanjang tujuh bulan pertama tahun ini, BYD yang didukung Warren Buffett memimpin penjualan di pasar China dengan angka 46.855 kendaraan hibrida listrik dan plug-in, menurut China Passenger Car Association. Beijing Electric Vehicle, divisi EV BAIC Motor—perusahaan milik negara, mengikutinya dengan angka penjualan 36.084 unit.

Sebagai perbandingan, General Motors hanya menjual 738 mobil yang beroperasi dengan listrik sejak meluncurkan model hibrida Velite 5 plug-in di pameran mobil Shanghai pada April ini. Capaian itu hanya 0,04% dari 2,1 juta kendaraan yang terjual secara total di China selama tujuh bulan.

Selain subsidi yang ditujukan memenuhi tujuan strategis memotong impor minyak yang mahal, pemerintah berencana mendorong produsen mobil mendapatkan kredit yang cukup atau membelinya dari pesaing yang surplus berdasarkan program cap-and-trade baru untuk ekonomi bahan bakar dan emisi.

Honda Motor Co akan membawa mobil listriknya ke pasar China pada 2018, kata Chief Executive Officer China Yasuhide Mizuno di forum Tianjin. Pembuat mobil Jepang ini mengembangkan kendaraan dengan perusahaan patungan China Guangqi Honda Automobile Co dan Dongfeng Honda Automobile Co.. Mereka akan menciptakan merek baru bersama.

Nissan, yang meluncurkan model terbaru dari Leaf EV pada pekan lalu, mengatakan akan memperkenalkan mobil di China pada 2018 atau 2019.

MOBIL LISTRIK STARTUP

Pengusaha internet William Li's Nio akan mulai menjual ES8, sebuah kendaraan sport yang hanya didukung oleh baterai, pada pertengahan Desember. Startup ini bekerja sama dengan Jianghuai Automobile Group milik negara, yang juga bekerja sama dengan Volkswagen AG untuk memperkenalkan SUV elektrik pada tahun depan.

Tesla mengatakan pada bulan Juni bahwa pihaknya bekerja sama dengan pemerintah Shanghai untuk mengeksplorasi manufaktur lokal, sebuah langkah yang memungkinkannya mencapai skala ekonomi dan menurunkan biaya produksi, tenaga kerja, dan pengiriman.

Zhang Yang, Wakil Presiden Nio, mengatakan meskipun China telah mengumumkan niatnya, proses penentuan batas akhir penjualan kendaraan BBM itu akan menjadi rumit, dan akan dibutuhkan waktu bagi semua regulator sektor otomotif untuk membuat rencana implementasi.

Akan tetapi, setidaknya ini akan membantu produsen dalam menentukan arah yang jelas, katanya di sela-sela forum Tianjin. Saat ini, China memiliki fasilitas produksi bahan bakar fosil skala terbesar di dunia.

Registrasi Mobil Listrik (BEV and PHEV), 2005-2016 (Ribu)

Negara

2005

2006

2007

2008

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

2016

Kanada

-

-

-

-

-

-

0,52

2,02

3,12

5,07

6,96

11,58

China

-

-

-

-

0,48

1,43

5,07

9,90

15,34

73,17

207,38

336,00

Prancis

-

-

0,01 

0,00

0,10

0,19

2,73

6,26

9,62

12,64

22,95

29,51

Jerman

-

-

0,02

0,07

0,02

0,14

1,65

3,37

6,93

12,74

23,19

24,61

India

-

-

-

0,37 

0,16 

0,35 

0,45

 1,43

 0,19 

0,41 

1,00 

0,45

Jepang

-

-

-

-

 1,08

 2,44 

12,62 

24,44 

28,88 

32,29 

24,65 

24,85

Korea

-

-

-

-

-

0,06 

0,27 

0,51 

0,60 

1,31

 3,19

 5,26

Belanda

-

-

-

0,01 

0,03 

0,12 

0,88 

5,12 

22,42 

15,09 

43,77

 24,48

Norwegia

-

-

0,01

 0,24 

0,15 

0,39 

1,84 

4,51 

8,52 

19,76 

35,61 

50,18

Swedia

-

-

-

-

-

0,00 

0,18

 0,93 

1,55 

4,67 

8,59 

13,42

Inggris 

0,22

 0,32

 0,45 

0,22

 0,18

 0,28

 1,22 

2,69

 3,75

 14,74 

29,34 

37,91

Amerika Serikat

-

-

-

1,12

  1,47 

1,19

 17,73

 53,24

  96,70

118,78 

113,87 

159,62

Lainnya

-

-

0,53 

0,08

0,03 

0,18 

2,43 

3,64 

6,05 

12,77 

26,62 

35,31

Total

1,89

0,32

0,46

2,46

2,22

6,78

47,58

118,06

203,66

323,42

547,12

753,17

Sumber: OECD/IEA 2017

MENGUBAH JALUR

Kebijakan China ini, diyakini Zhang, akan membuat semua orang, dari sektor energi dan teknologi serta pembuat mobil tradisional, untuk beralih ke jalur mengembangkan mesin penggerak baru. "Sulit untuk mengatakan siapa yang bisa menjadi pemenang saat ini. Kita semua harus tahan uji kecepatan dan daya tahan dalam berlari."

Pemerintah Inggris mengatakan pada Juli bahwa mereka akan melarang penjualan mobil berbahan bakar diesel dan bensin pada 2040, dua minggu setelah Prancis mengumumkan rencana serupa untuk mengurangi polusi udara dan memenuhi target untuk menjaga pemanasan global di bawah 2 derajat Celsius (3,6 derajat Fahrenheit).

Norwegia dan Belanda sedang mempertimbangkan cara yang lebih agresif untuk mengakhiri mobil bahan bakar fosil bertahun-tahun lebih awal daripada rekan-rekan Eropanya.

Liu mengatakan bahwa teknologi yang lebih baru terus dikembangkan. Mereka yang terkuat di antara produsen dengan sumber daya yang lebih baik akan beradaptasi dengan pasar, dan akan terus mendominasi. "Mereka yang saat ini mengungguli yang lainnya sangat mungkin tidak akan selalu di depan.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Mobil Listrik, pasar china

Sumber : Bloomberg

Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


-->
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top