GIIAS 2017: Inilah Sederet Teknologi Keselamatan All-New Madza CX-5

PT Eurokars Motors Indonesia (EMI) secara resmi meluncurkan All-New Mazda CX-5 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 pada 10 Agustus 2017.
Fatkhul Maskur | 17 Agustus 2017 07:43 WIB
Teknologi i/ACTIVSENSE memberi deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan kondisi pengendaraan yang menjadikan pengemudi dapat mengendalikan mobilnya dengan aman dan meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Bisnis.com, TANGERANG - PT Eurokars Motors Indonesia (EMI) secara resmi meluncurkan All-New Mazda CX-5 di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 pada 10 Agustus 2017.

SUV unggulan Mazda ini pertama kali meluncur pada 2012 dengan garis desain KODO – Soul of Motion dan Teknologi SkyActiv. SUV ini dikenal memiliki desain dinamis, pengendaraan yang responsif dan keramahan lingkungan serta jaminan keselamatan yang optimal.

Secara global, CX-5 berkontribusi hingga 25% dari total penjualan tahunan Mazda dan hingga generasi ke-2 diluncurkan pada 2016, sebanyak 1,4 juta unit CX-5 telah terjual di 120 negara di dunia. Di Indonesia, penjualan CX-5 generasi pertama mencapai 11.397 unit sejak pertama kali diluncurkan pada 2012.

All New Mazda CX-5 ini diharapkan bisa meningkatkan reputasinya lebih tinggi lagi. Selain mengalami banyak penyempurnaan desain menjadi lebih simple dan elegan, generasi kedua Mazda CX-5 ini dilengkaapi dengan teknologi pengendaraan terbaru milik Mazda yaitu G-Vectoring Control (GVC) dan teknologi keselamatan terkini melalui i-ACTIVSENSE.

Teknologi i-ACTIVSENSE yang digunakan All New CX-5 memberikan deteksi dini terhadap berbagai kemungkinan kondisi pengendaraan yang menjadikan pengemudi dapat mengendalikan mobilnya dengan aman dan meminimalkan kemungkinan terjadinya kecelakaan.

Berikut ini teknologi keselamatan yang terdapat pada i-ACTIVSENSE.

- Adaptive LED Headlights (ALH).:Fitur ini meningkatkan visibilitas saat malam dan membantu pengemudi menghindari bahaya saat berkendara di malam hari dengan memadukan penggunaan 12 blok baris Glare-free High Beam yang memiliki pengaturan jarak jangkauan penyinaran dan Wide-range Low Beam. ALH secara otomatis akan mengubah sorotan lampu utama dari lampu jauh ke lampu dekat saat mobil mendeteksi adanya pergerakan lalu-lintas.

- Adaptive Front-lighting system (AFS). AFS memberikan dukungan keselamatan saat berkendara dengan membantu pengemudi dapat melihat lebih jauh saat memasuki persimpangan atau tikungan kala berkendara di malam hari.Mengambil input dari sudut lingkar kemudi dan kecepatan mobil, AFS memprediksi bentuk jalan dan mengarahkan lampu utama ke arah yang dituju.

- Blind Spot Monitoring (BSM). Fitur ini menggunakan sensor radar di bagian belakang untuk mendeteksi kendaraan yang berada di posisi blind spots di bagian belakang dan samping, atau kendaraan yang mendekat dengan cepat,dan mengingatkan pengemudi melalui lampu peringatan di kedua spion samping serta melalui suara alarm.

- Rear Cross-Traffic Alert (RCTA). RCTA menggunakan sensor yang sama dengan BSM untuk mengingatkan pengemudi saat mendeteksi ada kendaraan yang mendekat dari salah satu sisi ketika mobil tengah mundur. Peringatan diberikan oleh indikatir yang berkedip di kaca spion dan melalui suara alarm.

- Lane-Departure Warning System (LDWS).Fitur ini mendeteksi marka jalan. Saat sistem mendeteksi mobil meninggalkan lajurnya, maka akan terdengar suara peringatan yang sama dengan suara ketika mobil melewati rumble strip untuk mengingatkan pengemudi agar mengoreksi arahnya. Sistem ini juga membaca input yang dilakukan pengemudi seperti penggunaan lampu sein sebelum berpindah lajur akan menonaktifkan fitur ini.

- Lane-keep Assist System (LAS). Kamera sensor di bagian depan akan mendeteksi marka jalan dan membantu sistem kemudi untuk menjaga pengendaraan tetap sesuai di lajurnya. Sistem ini juga akan mengingatkan pengemudi saat mendeteksi perpindahan lajur dengan getaran di lingkar kemudi, atau melalui suara alarm. Saat sistem mendeteksi terjadinya perpindahan lajur dengan penggunaan lampu sein, fitur ini akan menjadi nonaktif. Fitur ini bekerja pada kecepatan di atas 60km/jam.

- Smart City Brake Support (SCBS R). Sensor ultrasonic yang diletakkan pada bumper belakang membuat fitur SCBS R dapat mendeteksi kendaraan dan halangan yang ada di bagian belakang mobil saat mundur pada kecepatan antara 2 – 8 km/jam. Saat ada objek yang terdeteksi maka fitur ini akan otomatis mengerem.

- Advanced Smart City Brake Support (Advanced SCBS). Dengan menggunakan lamera sensor muka berperforma tinggi, Advanced SCBS mendeteksi kendaraan dan pejalan kaki yang berada di depan mobil dan secara otomatis akan mengaplikasikan rem untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan memitigasi kerusakan saat berkendara antara 4 dan 80 km/jam (mendeteksi kendaraan) atauantara 10 dan 80 km/jam (mendeteksi pejalan kaki).

- Dynamic Stability Control & Traction Control System (DSC/TCS). Fitur ini membaca sudut putaran kemudi, roda dan sensor oleng untuk mengoptimalkan aliran tenaga ke permukaan jalan dan memitigasi kemungkinan mobil terguling.

- Antilock Brake System (ABS). Rem Antilock mengatur pengereman untuk memastikan pengereman yang konsisten dan dapat terkendali.

- Driver Attention Alert (DAA). DAA menggunakan informasi seperti sudut putaran kemudi, kecepatan mobil dan output dari kamera detektor di bagian depan untuk memperingatkan kondisi pengemudi dan membantu mencegah terjadinya kecelakaan yang disebabkan kelelahan atau berkurangnya kewaspadaan.

Tag : GIIAS 2017, mazda cx5
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top