Pemain Baru Masuk Industri Suku Cadang Aftermarket Kendaraan Roda Dua

Hella, pemain baru dalam industri suku cadang aftermarket kendaraan bermotor roda dua di Indonesia, menyiapkan strategi khusus untuk melakukan penetrasi pasar. Di antaranya dengan harga kompetitif diibandingkan dengan para pemain lama.
Muhammad Khadafi | 26 April 2017 16:36 WIB
Komponen otomotif-Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Hella, pemain baru dalam industri suku cadang aftermarket kendaraan bermotor roda dua di Indonesia, menyiapkan strategi khusus untuk melakukan penetrasi pasar. Di antaranya dengan harga kompetitif diibandingkan dengan para pemain lama.

Hella Asia yang berpusat di Singapore menilai potensi bisnis aftermarket sepeda motor di Indonesia sangat besar. Estimasi perusahaan populasi roda dua di dalam negeri mencapai 80 juta unit lebih.

Kendati demikian, tantangannya adalah bersaing dengan para pemain yang sudah lebih dahulu hadir di dalam negeri. Jumlah para pelaku usaha itu pun terbilang banyak.

“Kami mulai dengan meyakinkan diri kami dengan uji coba produk. Lalu kami tawarkan produk dengan harga kompetitif. Kami juga yakin nama besar Hella akan membantu,” kata Direktur PT Sarana Berkat Vincent Lo usai peluncuran produk Hella untuk motor di Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Sebelumnya, Hella sudah dikenal sebagai merek suku cadang aftermarket untuk mobil. Sarana Berkat sudah menjadi distributor tunggal merek ini sejak lebih dari 20 tahun lalu.

Adapun Vincent menjelaskan ada tiga produk untuk sepeda motor yang sudah siap dipasarkan, yakni bohlam, busi, dan klakson. Khusus produk terakhir, Hella memiliki kelebihan yang belum dimiliki kompetitor lain.

Hella menawarkan klakson yang dapat menghasilkan dua nada suara. Alhasil suara yang dihasilkan lebih kencang dibandingkan dengan klakson pabrikan.

Selama ini konsumen sepeda motor menggunakan klakson mobil untuk menghasilkan suara serupa. Padahal penggunaan klakson mobil pada sepeda motor dapat berakibat kerusakan aki, karena perbedaan voltase.

Sementara itu, bohlam dan busi adalah dua suku cadang yang sengaja dipilih karena memiliki masa pergantian relatif sering. Seperti diketahui, sepeda motor di Indonesia wajib menyalakan lampu besar sepanjang waktu. Hal ini tentu berdampak terhadap masa pakai.

“Kalau busi itu ada kecenderungan pengguna motor menggantinya bahkan sebelum masa pakai yang direkomendasikan, sehingga ketiga produk ini punya peluang bagus,” kata Vincent.

Indonesia dipilih sebagai negara pertama untuk memulai bisnis suku cadang aftermarket sepeda motor. Sebelumnya, baik secara global maupun di dalam negeri, Hella dikenal sebagai pemasok suku cadang otomotif untuk mobil. Di sejumlah negara, merek ini menjadi produsen peralatan asli (OEM).

Tag : suku cadang
Editor : Fajar Sidik
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top