Mercedes Bakal Percepat Peluncuran Mobil Bertenaga Baterai

Dengan total investasi mencapai 10 miliar euro atau setara US$10,8 miliar, produsen mobil mewah tersebut akan merilis 10 model listrik terbaru ke pasar pada 2022 mendatang atau tiga tahun lebih cepat dibandingkan target yang telah sempat diumumkan pada Paris Auto Show September lalu.
Yusran Yunus | 30 Maret 2017 13:08 WIB
Daimler Mercedes Benz - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Manufaktur otomotif spesialis mobil mewah asal Jerman, Mercedes-Benz, tengah mempercepat rencana peluncuran sejumlah model bertenaga baterai miliknya ke pasaran yang ditengarai oleh aksi para perusahaan otomotif yang tengah berlomba-lomba untuk memenuhi sejumlah kebijakan para pemerintah Eropa terkait aturan emisi yang semakin ketat sejak para konsumen di pasar Eropa berpaling dari kendaraan diesel yang hemat bahan bakar.

Dengan total investasi mencapai 10 miliar euro atau setara US$10,8 miliar, produsen mobil mewah tersebut akan merilis 10 model listrik terbaru ke pasar pada 2022 mendatang atau tiga tahun lebih cepat dibandingkan target yang telah sempat diumumkan pada Paris Auto Show September lalu.

Pihak Daimler AG, yang merupakan perusahaan induk Mercedes-Benz, menyatakan,”Hal ini terkait urgensi para produsen otomotif di tengah pergeseran dari teknologi otomotif tradisional. Teknologi mesin akan terus disempurnakan untuk menghadapi ‘masa transisi’, sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Kamis (30/3/2017).

“Kami ingin membentuk transformasi mendalam dari industri otomotif dari garis depan,” jelas Chairman of Daimler AG, Manfred Bischoff, dalam sebuah pernyataannya saat hadir dalam rapat pemegang saham tahunan di Berlin.

“Perubahan mendasar lebih lanjut akan diperlukan Daimler untuk tetap sukses karena industri otomotif kini tengah bergeser ke arah kendaraan listrik dan kendaraan yang mampu mengemudi sendiri,” tambahnya.

Permintaan terhadap mobil diesel di Jerman pada Desember lalu tercatat merosot ke level terendah sejak September 2010 yaitu mencapai 43% dari total penjualan, berdasarkan data Pusat Penelitian Industri Otomotif di University of Duisburg-Essen.

“Di antara para tim pengembangan, khususnya terkait mesin diesel, ada sejumlah tanda-tanda menurunnya aktivitas penelitian karena kini sistem teknologi bertenaga listrik sudah mulai memberikan dampak,” ungkap Roman Zitzelsberger, perwakilan serikat di Dewan Pengawasan Daimler AG.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
mercedes-benz

Sumber : Bloomberg

Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top