Turbocharge Honeywell Masuk Indonesia Tahun Ini

Produsen aksesoris industri dirgantara dan otomotif, PT Honeywell Indonesia akan mulai memasarkan produk turbocharge di Indonesia pada tahun ini. Perusahaan yang berinduk di Amerika Serikat tersebut berambisi mencicipi konsumen yang berorientasi pada efisiensi penggunaan bahan bakar.
Dara Aziliya | 23 Maret 2017 19:55 WIB
Honeywell - LinkedIn

Bisnis.com, JAKARTA – Produsen aksesoris industri dirgantara dan otomotif, PT Honeywell Indonesia akan mulai memasarkan produk turbocharge di Indonesia pada tahun ini.

Perusahaan yang berinduk di Amerika Serikat tersebut berambisi mencicipi konsumen yang berorientasi pada efisiensi penggunaan bahan bakar.

President Director Honeywell Indonesia Alex J Pollack menyampaikan produk turbocharge yang diproduksi perusahaan tersebut sebagian besar dipasarkan di Eropa dan Amerika Serikat. Dengan penggunaan turbocharge Honeywell, efisiensi biaya dari energi dan polusi diprediksi mencapai 40%.

“Pasar Indonesia sangat siap untuk produk turbocharge, namun memang nilainya tidak sebesar regional lain. Sekarang mobil yang menggunakan turbocharge di sini hanya 1%—2%. Penggunaan untuk truk sudah cukup bagus, 60%—70%,” jelasnya dalam pertemuan dengan media di Jakarta, Kamis (23/3/2017).

Alex menyebut bisnis turbocharge di Indonesia memang terbilang kecil, mengingat pemerintah belum memiliki regulasi spesifik yang mengatur efisiensi bahan bakar dan pengurangan gas rumah kaca dari sektor otomotif.

Data Honeywell menunjukkan penetrasi produk turbocharge di pasar global pada 2015 yaitu sebesar 33%, dan diprediksi akan mencapai 47% pada 2020 mendatang. Kendati demikian, di tahun yang sama, diprediksi hanya 5% dari total kendaraan di Indonesia yang menggunakan turbocharge.

Turbochage sendiri adalah produk aksesoris kendaraan bermotor yang diproduksi oleh lini bisnis Transportation System Honeywell. Penggunaan turbocharege memungkinkan kendaraan menggunakan bahan bakar lebih efisien dan menghasilkan lebih sedikit gas polutan.

Berdasarkan perhitungan Honeywell, dengan turbocharge, efisiensi penggunaan bahan bakar dapat mencapai 25% sedangkan buangan gas CO2 dapat tertekan hingga 20%.
Alex menggarisbawahi pemerintah Indonesia belum memiliki regulasi yang berorientasi menekan angka polusi, meski temuan Greenpeace Indonesia menunjukkan level polusi di DKI Jakarta telah 4,5 kali lipat di atas ambang batas toleransi yang ditetapkan WHO.

“Di Indonesia, motor kecil saja bisa menyebabkan polusi besar. Di negara-negara Eropa misalnya, pemerintah mengharuskan 1 liter bahan bakar bisa untuk 23 km, Malaysia dan Singapura 10—17 km per liter, sedangkan Indonesia hanya 7—9 km per liter gasoline,” jelas Alex.

Untuk itu, dia mengungkapkan Honeywell akan memasarkan produk dengan berfokus pada pasar aftermarket, dan turut melakukan program-program peningkatan kesadaran masyarakat untuk efisien menggunakan bahan bakar dan menekan level polusi.

Tag : turbocharger
Editor : Martin Sihombing
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top