Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hambatan Perdagangan otomotif : Jepang Tolak Permintaan AS

Pemerintah Jepang menolak permintaan Amerika Serikat terkait penghilangan hambatan perdagangan di sektor kendaraan bermotor, baik yang menyangkut tarif maupun nontarif.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 10 Maret 2017  |  16:45 WIB
Hambatan Perdagangan otomotif : Jepang Tolak Permintaan AS
Bagikan

Bisnis.com, TOKYO - Pemerintah Jepang menolak permintaan Amerika Serikat terkait penghilangan hambatan perdagangan di sektor kendaraan bermotor, baik yang menyangkut tarif maupun nontarif.

Penolakan itu disampaikan setelah Amerika Serikat mengadu kepada Organisasi Perdagangan Dunia bahwa hambatan nontarif menjadi penyebab sulitnya negara tersebut masuk ke pasar otomotif Jepang.

"Kami tida menerapkan tarif impor mobil, dan kami tidak memaksakan hambatan nontarif," kata Kepala Sekretaris Kabinet Jepang Yoshihide Suga seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/3/2017).

Dia menjelaskan, secara sistem perdagangan internasional posisi Jepang untuk industri otomotif sangat terbuka. Dia juga menambahkan bahwa pemerintah akan melakukan pembicaraan secara bilateral.

Amerika Serikat bukan kali ini saja mengeluhkan hambatan perdagangan di Jepang. Pada 2015 lalu negara tersebut juga mengadu ke otoritas perdagangan dunia terkait hal tersebut.

Namun tampaknya keluhan kali ini akan berdampak pada kesepakatan perdagangan kedua negara, mengingat dalam waktu dekat Jepang dan Amerika Serikat akan membahas perjanjian kerjasama perdagangan.

Sementara itu, Pemerintah Jepang dikabarkan hanya akan fokus membahas masalah infrastruktur, investasi, dan energi. Mereka akan menghindari pembahasan sektor riil yang sangat detail seperti otomotif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang mobil jepang Pasar Otomotif
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top