Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

MENPERIN: Fasilitas Proving Ground Pacu Kinerja Industri Ban

Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis fasilitas pengetesan ban (proving ground) milik PT Gajah Tunggal Tbk, akan memacu kinerja industri ban nasional dengan meningkatnya kualitas produk, daya saing, penetrasi penjualan domestik dan ekspor, serta kepercayaan konsumen.
Yusran Yunus
Yusran Yunus - Bisnis.com 19 Mei 2016  |  23:24 WIB
MENPERIN: Fasilitas Proving Ground Pacu Kinerja Industri Ban
/Ist

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian Saleh Husin optimistis fasilitas pengetesan ban (proving ground) milik PT Gajah Tunggal Tbk, akan memacu kinerja industri ban nasional dengan meningkatnya kualitas produk, daya saing, penetrasi penjualan domestik dan ekspor, serta kepercayaan konsumen.

"Fasilitas proving ground ini merupakan bagian dari penelitian dan pengembangan industri ban. Ini menunjukkan keseriusan perusahaan dan sekaigus menjadi tanda bahwa produsen bervisi jangka panjang," kata Menperin Saleh Husin, saat meresmikan proving ground Gajah Tunggal di Karawang, Jawa Barat, Kamis (19/5/2016).

Saleh Husin mengemukakan industri ban memberikan kontribusi yang cukup signifikan bagi perekonomian nasional. Khusus ban mobil penumpang, sekitar 70% hasil produksi diekspor ke berbagai negara di seluruh penjuru dunia dengan nilai ekspor US$ 1,6 miliar pada tahun 2015.

Menurutnya, langkah Gajah Tunggal ini menjadi simbol perkembangan industri ban di Indonesia dan kepercayaan diri di lingkungan industri global.

Saleh menilai konsumen ban di Indonesia semakin sadar dan memperhatikan faktor keamanan berkendara, dan kualitas ban menjadi salah satu titik perhatian.

"Bagi saya yang juga konsumen ban, proving ground seperti ini menjadi unsur pembanding atau komparasi, mendongkrak kepercayaan konsumen yang sangat mempengaruhi keputusan membeli. Karena soal security, trust itu nomor satu. Apalagi jika kenyamanan juga didapat dan harga tetap terjangkau".

Menperin mengatakan industri ban merupakan salah satu sektor andalan manufaktur yang menyerap penggunaan bahan baku karet alam dalam negeri dalam jumlah besar.

"Pada sisi proses produksi, industri ban dalam negeri menyerap sekitar 50% karet alam untuk diolah menjadi produk berkualitas dan bernilai tambah tinggi dan mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

gajah tunggal proving ground

Sumber : Kemenperin

Editor : News Editor

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top