Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pengusaha Komponen Otomotif Nilai Pengawasan SNI Lemah

Sekretaris Koperasi Industri Komponen Otomotif (KIKO) Rony Hermawan mendukung penerapan wajib SNI untuk produk komponen.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 16 April 2015  |  21:22 WIB
Industri perakitan mobil - Ilustrasi
Industri perakitan mobil - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Sekretaris Koperasi Industri Komponen Otomotif (KIKO) Rony Hermawan mendukung penerapan wajib SNI untuk produk komponen.

Terlebih lagi, penerapan itu berperan menangkal adanya produk impor yang minim kualitas dan berharga jual lebih rendah.

Namun pada kenyataannya, saat ini  marak terjadi produsen yang memalsukan cap SNI dari beragam produk yang berkaitan dengan sektor otomotif, seperti helm dan pelek. “Yang terpukul malah produsen lokal,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (16/4/2015).

Oleh karena itu, Rony menilai Kemenperin masih kurang awas menjaga pelaksanaan SNI tersebut. Misalnya, prosedur pengisian formulir SNI dan tes produk dengan mudahnya dilampaui tatkala pelaku usaha mampu memborong label SNI.

“Sebab memang jarang ada pemeriksaan,” tambahnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM) Hamdhani Dzulkarnaen menyatakan kesediaan para pelaku industri komponen otomotif yang tergabung dalam asosiasi tersebut membantu Kemenperin mapun BSN menyusun SNI komponen.

“Namun tetap dikembalikan lagi kepada kemauan pemerintah,” tutupnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komponen otomotif
Editor : Yusuf Waluyo Jati
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top