Terpukul LCGC, Begini Strategi Produsen Mobil Genjot Penjualan City Car

Penjualan kendaraan segmen city car dalam kurun waktu dua tahun terakhir terus merosot. Mayoritas pelaku usaha yang Bisnis hubungi meyakini laju penjualan segmen tersebut tertahan penjualan segmen low cost green car yang tahun lalu sangat moncer
Lingga Sukatma Wiangga | 02 Maret 2015 04:43 WIB
Daihatsu LCGC, salah satu mobil kategori LCGC. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA -- Penjualan kendaraan segmen city car dalam kurun waktu dua tahun terakhir terus merosot. Mayoritas pelaku usaha yang Bisnis hubungi meyakini laju penjualan segmen tersebut tertahan penjualan segmen low cost green car yang tahun lalu sangat moncer.

Untuk menahan agar pasar city car tidak terus tergerus, setidaknya di awal tahun sudah tiga merek yang melakukan pembaruan yaitu Toyota Etios Valco, Mitsubishi Mirage, dan Daihatsu Sirion. Kia Picanto pun dipastikan akan menyusul beberapa waktu ke depan.

Memang tidak ada data pasti yang menyebut secara langsung adanya  perpindahan konsumen dari segmen city car ke low cost green car. Tapi Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menganalisis, kehadiran LCGC memang mampu mengambil pasar mobil dari segmen lain dengan harga kurang dari Rp200.000.000.

Dua tahun lalu Gaikindo mencatat pasar city car mencapai 59.417 unit. Pada tahun yang sama LCGC  laku terjual 51.180 unit dari empat pemain, dengan catatan segmen tersebut baru dipasarkan pada Juli 2013.

Setahun berikutnya total penjualan di segmen city car hanya mencapai 44.455 unit. Sedangkan LCGC jauh melesat dengan membukukan penjualan 172.120 unit dari lima pemain. Pada Januari tahun ini penjualan city car hanya 3.256 unit, kembali merosot dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mencapai 5.168 unit.

Ditemui Bisnis dalam peluncuran New Daihatsu Sirion pertengahan Februari lalu Amelia mengamini jika pembaruan harus dilakukan agar gerak city car andalan ADM tersebut tak lagi terbendung LCGC. Untuk itu pihaknya membedakan betul pasar kedua segmen tersebut.

Ayla, andalan ADM di segmen LCGC ‘bertugas’ menyasar keluarga muda yang merupakan first buyer. Sedangkan konsumen Sirion secara demografik adalah anak muda dari keluarga dengan tingkat buying power yang lebih tinggi.

“Hasil survei kami ada dua poin orang beli city car, yaitu kesegaran dan gaya serta fitur keamanan yang tinggi hingga 86%. Itulah sebabnya kita lakukan perubahan ini untuk menangkap permintaan berbeda dengan LCGC di mana harga lebih dikedepankan,” ungkapnya.

Bahkan dengan adanya pembaruan tersebut Amelia berharap Sirion terbaru dapat menguasai 12% pangsa pasar city car tahun ini. Pada tahun lalu jagoan ADM di segmen city car itu hanya menguasai sekitar 7% pasar dengan jumlah penjualan 3.387 unit.

Dihubungi Bisnis melalui telepon, General Manager Marketing Strategy and Public Relations PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin mengatakan, pasar city car bisa terus tergerus oleh LCGC. Hal ini tentu akan terjadi saat pemegang merek tidak menonjolkan kelebihan city car dibandingkan LCGC. 

Dia mengamini Amelia jika hal itu karena karakter produk  city car yang hampir sama dengan LCGC. Menurutnya, pabrikan kendaraan harus melakukan pembedaan karakter produk agar eksistensi satu segmen tak terganjal oleh segmen lainnya.

“Harus ada diferensiasi produk yang menonjolkan keunggulan masing-masing. Sperti LCGC yang lebih menonjolkan isu kendaraan ekonomis. Di sisi lain spesifikasi city car haarus ditambah tentunya yang tidak dimiliki LCGC,” kata Budi.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo tidak terlalu setuju jika pasar city car disebut tergerus segmen LCGC. Menurutnya setiap segmen kendaraan diciptakan dengan karakter dan keunggulan yang berbeda.

Dia mayakini segmen LCGC dalam dua tahun kehadirannya memang membuka pasar baru. Segmen itu hadir seakan menjadi jawaban saat kelas menangah tengah bertumbuh. Di sisi lain, kehadiran Etios terbaru tahun ini diklaim Samulo murni untuk meningkatkan kembali penjualan Totoya di segmen city car.

Pasalnya, tahun lalu dominasi Etios di segmen tersebut direbut Honda Brio. Etios hanya menempati peringkat kedua penjualan dengan jumlah 10.041 unit. Padahal pada tahun sebelumnya Etios memimpin pasar dengan raihan penjualan mencapai 12.747 unit.

“Kami ingin mempertahankan pangsa pasar di kisaran 20%,” ujar Samulo.

Operating General Manager of MMC Marketing Division PT KTB Duljatmono pun mengakui jika pasar city car cukup terganggu kehadiran LCGC. Meski demikian pihaknya cukup optimistis menatap pasar tahun ini dengan kehadiran Mirage terbaru.

Dia meyakini, jika kelebihan segmen city car pada fitur khususnya keamanan akan menjadi pilihan bagi konsumen yang memiliki anggaran lebih. Dia pun mengklaim Mirage terbaru tak kalah efisien dari LCGC sehingga menjadi pilihan tepat saat ekonomi melambat.

Optimisme KTB pun tak lepas dari Mirage terbaru yang dipersiapkan memperluas pasar dengan menyasar pasar baru yakni kalangan anak muda seperti pelajar dan mahasiswa dengan varian Sport.

Sebabnya, Mirage edisi lama hanya menyasar konsumen anak muda atau pasangan muda dengan rentang umur 27 tahun hingga 35 tahun. Oleh karena itu KTB menaikan target penjualan New Mirage tahun ini menjadi 7.500 unit dari capaian tahun lalu yang hanya 5.373 unit.

“Memang LCGC ada pengaruhnya tapi tidak hanya itu, kondisi ekonomi juga. Dengan adanya varian sporty diharapkan menarik pasar yang belum kami garap sebelumnya, kami berharap ini memperluas pasar,” kata Duljatmono.

Tag : otomotif, city car
Editor : Setyardi Widodo
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top