Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

2017, Pasar Green Car Berpotensi Tumbuh 20%

Lembaga riset global Frost & Sullivan meyakini pasar mobil hemat bahan bakar (green car) di Asean bakal tumbuh 15% - 20% hingga 2017.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 23 Juni 2014  |  17:20 WIB
2017, Pasar Green Car Berpotensi Tumbuh 20%
Mobil LCGC. Berpotensi Tumbuh 20% pada 2017 - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA--Lembaga riset global Frost & Sullivan meyakini pasar mobil hemat bahan bakar (green car) di Asean bakal tumbuh 15% - 20% hingga 2017. Penerapan program ini diharapkan bisa memperluas kesempatan untuk memperkuat diri sebagai basis produksi ekspor.

Frost & Sullivan mencatat ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan permintaan mobil hemat bensindi Asean, salah satunya ancaman bengkaknya volume impor bahan bakar minyak (BBM). Pertumbuhan ekonomi juga mempengaruhi kenaikan rasio motorisasi melalui pembelian kendaraan baru.

Masaki Honda, Consulting Director Automotive & Transportation Asia Pasific Frost & Sullivan, mengatakan Thailand, Indonesia, dan Malaysia memiliki program green car dengan landasan kebijakan yang berbeda-beda.

"Pasar domestik Thailand terbatas, jadi butuh dorongan kuat dari pemerintah [untuk menggenjot penjualan eco-car] berupa potongan harga untuk first car buyer," ujar Honda, di Jakarta, Senin (23/6/2014).

Tapi,  pasar Indonesia bertumbuh secara alami sejalan besarnya market domestik dan kenaikan daya beli masyarakat.

Eco-car ala Thailand fokus meningkatkan kinerja ekspor industri otomotif di negara itu. Pemerintah setempat menetapkan alokasi penjualan ke dalam negeri dan ekspor berbanding 30:70. Energy Efficent Vehicles (EEVs) di Negeri Jiran lebih kepada upaya pengalihan pemakaian mesin kendaraan konvensional ke produk berteknologi tinggi, seperti hibrida.

Program kendaraan bermotor hemat bahan bakar dan harga terjangkau (KBH2) yang digagas pemerintah RI dinilai lebih berkonsentrasi kepada pasar domestik. Guna merangsang minat beli konsumen diberikan plafon nilai sebelum pajak sehingga harga jual relatif terjangkau.

 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

lcgc
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top