Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kementerian Perindustrian: Pemantauan Lokalisasi Komponen LCGC Ketat

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian  memastikan pengawalan lokalisasi komponen LCGC berlangsung ketat hingga lima tahun ke depan.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 24 September 2013  |  17:26 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Perindustrian  memastikan pengawalan lokalisasi komponen LCGC berlangsung ketat hingga lima tahun ke depan.

Dirjen Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kementerian Perindustrian Budi Darmadi mengatakan pemeriksaannya dilakukan surveyor independen mengacu pada roadmap lokalisasi produksi dalam proposal yang diajukan agen tunggal pemegang merek (ATPM).

 “Pada tahun ini ada merek yang kandungan lokal komponennya baru 45%, 47% bahkan 51%. Yang tertinggi ini Toyota Agya,” ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (24/9/2013).

Dalam lima tahun kandungan komponen lokal harus 80%. Seluruh peserta LCGC, seperti Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, Suzuki WagonR, dan Datsun GO+, wajib membuat jadwal lokalisasi pembuatan sekitar 10.000 komponennya.

Tujuan program mobil murah sebetulnya tak semata untuk memproduksi mobil harga terjangkau dan irit bahan bakar. Lebih luasnya bermaksud membangun industri komponen otomotif domestik terutama untuk teknologi mesin, transmisi, dan axle.

Pengecekan realisasi lokalisasi komponen dilakukan per enam bulan sekali. Jika satu merek ternyata tak memenuhi komitmen yang ada diproposal maka kepersertaannya dalam LCGC akan dijegal.

Kini baru dua merek yang menyelesaikan proses administrasi, yaitu Toyota Agya dan Daihatsu Ayla. Untuk Honda Brio Satya baru kelar verifikasi perusahaan dan dalam proses untuk produk. Suzuki WagonR masih verfikasi perusahaan. Sedangkan Datsun GO+ belum apapun tapi sudah promosi produk di IIMS.

“Datsun belum jadi pabriknya. Tapi kalau pemasaran dilakukan beberapa bulan sebelum verifikasi kelar kan boleh saja,” ucap Budi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

LCGC komponen mobil
Editor : Bambang Supriyanto
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top