Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Nilai Oktan Tinggi, Mobil Murah Harus Pakai BBM Nonsubsidi

Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan agen tunggal pemegang merek menegaskan bahwa mobil murah dan hemat energi wajib menggunakan bahan bakar bakar nonsubsidi. Pasalnya mesin mobil murah dan hemat energi disesuaikan dengan kandungan bahan bakar yang memiliki
Emanuel Tome Hayon
Emanuel Tome Hayon - Bisnis.com 15 September 2013  |  13:28 WIB
Nilai Oktan Tinggi, Mobil Murah Harus Pakai BBM Nonsubsidi
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Kalangan agen tunggal pemegang merek menegaskan bahwa mobil murah dan hemat energi wajib menggunakan bahan bakar bakar nonsubsidi. Pasalnya mesin mobil murah dan hemat energi disesuaikan dengan kandungan bahan bakar yang memiliki nilai oktan di atas 91.

Direktur Pemasaran dan Purnajual PT Honda Prospect Motor Jonfis Fandy menerangkan kewajiban menggunakan bahan bakar non subsidi untuk produk mobil murah dan hemat energi karena mesin yang dirancang untuk produk mobil ini khusus untuk kualitas kandungan oktan yang tinggi.

“Mobil murah dan hemat energi menggunakan bahan bakar dengan kandungan oktannya lebih tinggi diatas 91 hingga 92 disesuaikan dengan penggunaan di Indonesia, ungkapnya saat dihubungi, Minggu (15/9).

Di sisi lain, ungkapnya, dengan menggunakan bahan bakar non subsidi maka kalangan atpm mendukung kebijakan Pemerintah agar semua pengguna kendaraan mobil murah bisa menggunakan bahan bakar non subsisi.

Jonfis beralasan bahwa adanya tingkat kemampuan untuk membeli mobil murah dan hemat energi berarti konsumen pembeli mobil merupakan kalangan mampu yang tidak perlu lagi menggunakan bahan bakar subsidi.

Selain itu, sambungnya, kapasitas mesin yang disesuaikan dengan kandungan oktan yang tinggi, pengguna kendaraan juga harus memperhatikan hal tersebut. Menurutnya hal ini sangat penting akibat pengaruhnya yang besar bagi mesin yang digunakan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Soedaryatmo menerangkan penggunaan bahan bakar non subsidi dengan oktan yang tinggi pada mobil murah dan hemat energi merupakan perihal yang kontradiktif untuk konsumen pengguna.

Menurutnya, Pemerintah dan atpm mengeluarkan peraturan yang isinya memudahkan kalangan pembeli mobil pertama atau kalangan kelas menengah untuk mendapatkan mobil. Namun, sambungnya, dalam pelaksanaan konsumen pembeli pertama harus merogoh kocek lebih besar untuk biaya operasional khusus bahan bakar.

“Jadi Pemerintah harus mempertimbangkan hal ini sehingga konsumen jangan cuman beli mobil murah tetapi mahal dioperasional. Ini sifatnya paradoks,” ungkapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil murah bbm nonsubsidi oktan tinggi
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top