Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Bos VW Temui Menperin Pekan Depan, Bahas Mobil Murah?

Bisnis.com, JAKARTA—Volkswagen (VW) tampaknya benar-benar serius mengenai rencana besarnya untuk masuk lebih dalam ke pasar otomotif Indonesia. Pekan depan, jajaran petinggi raksasa otomotif asal Jerman itu akan menemui Menteri Perindustrian M.S.
Dini Hariyanti
Dini Hariyanti - Bisnis.com 15 Agustus 2013  |  16:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Volkswagen (VW) tampaknya benar-benar serius mengenai rencana besarnya untuk masuk lebih dalam ke pasar otomotif Indonesia. Pekan depan, jajaran petinggi raksasa otomotif asal Jerman itu akan menemui Menteri Perindustrian M.S. Hidayat guna membicarakan rencana itu.

VW melalui PT Garuda Mataram Motor selaku agen tunggal pemegang merek Audi dan VW di Indonesia diketahui sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perindustrian untuk menyambut kedatangan dewan direksi VW di Jakarta.

Namun, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi (IUBTT) Kemenperin Budi Darmadi enggan mebeberkan detil rencana investasi produsen mobil mewah asal Jerman itu.

"Rencana investasi mereka nanti statement akan diberikan minggu depan," katanya saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (15/82013).

Ketika dikonfirmasi, Chief Executive Officer PT Garuda Mataram Motor Andrew Nasuri membenarkan rencana tersebut. Namun, dia pun bungkam ketika ditanya lebih jauh rencana investasi VW yang akan dibahas pekan depan.

"Saya hanya brifieng soal kedatangan board of director VW pada Kamis [22/8/2013]. Ketika itu baru nanti diberi jawaban [soal investasi baru kami]," ucap Andrew kepada Bisnis yang dihubungi secara terpisah.

Salah satu yang akan dibahas, ungkapnya, kemungkinan besar mengenai pembangunan pabrik baru untuk merakit VW dan Audi dengan kapasitas lebih besar.

Dia juga tidak menyebutkan soal rencana VW untuk ikut dalam program mobil murah dan ramah lingkungan (low cost and green car/LCGC) ataupun low carbon emission (LCE). Sebelumnya, VW pernah dikabarkan tertarik bergabung dalam program pemerintah itu dengan menggelontorkan investasi di Indonesia.

Andrew juga pernah menyampaikan rencana pengoperasian pabrik baru di Cikampek, Jawa Barat, mulai September 2013 dengan total kapasitas 5.000 unit per tahun.

"Soal pabrik juga akan dibicarakan minggu depan. Kalau yang di Cikampek sekarang itu kan pabrik kita [Indomobil]. Ini nanti pabrik yang lebih besar tapi detilnya belum bisa disampaikan," tutur Andrew.

Saat ini, kegiatan perakitan mobil Audi dan VW masih memakai fasilitas Indomobil Group di Pulogadung, Jakarta, berkapasitas total 2.000 unit per tahun. Kalau pabrik di Cikampek rampung, kegiatan perakitan akan pindah ke sana.

Pabrik baru berkapasitas 5.000 unit itu untuk tahap awal baru akan dimanfaatkan 3.000 unit per tahun mulai bulan depan. Kendaraan yang akan dikerjakan di sana diantaranya Audi A4, Audi A6, VW Golf, VW Tiguan dan VW Touran.

Nantinya, kapasitas pabrik tersebut akan ditingkatkan secara bertahap mengikuti perkembangan pasar. Tahap pertama akan dimulai dengan memproduksi mobil Audi sejumlah 500 unit per tahun, sisanya untuk varian VW.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indomobil lcgc mobil murah menperin kemenperin volkswagen vw ms hidayat lce garuda mataram
Editor :

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top