Pertahankan LCGC, Datsun Mulai Serius Garap City Car

PT Nissan Motor Indonesia mengarahkan Datsun untuk menyasar segmen harga terjangkau dan city car dengan kendaraan stylist dan sporty. Di tengah perlambatan penjualan kendaraan ramah lingkungan dan harga terjangkau, Datsun masih tumbuh positif pada semester I/2018.
Thomas Mola | 30 Agustus 2018 21:10 WIB
Model berpose di dekat mobil Datsun Go pada peluncurannya di Jakarta, Rabu (6/6/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA--PT Nissan Motor Indonesia mengarahkan Datsun untuk menyasar segmen harga terjangkau dan city car dengan kendaraan stylist dan sporty. Di tengah perlambatan penjualan kendaraan ramah lingkungan dan harga terjangkau, Datsun masih tumbuh positif pada semester I/2018.

Deputy Director Head of Datsun Indonesia PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Masato Nakamura mengatakan, Datsun dalam menghadirkan produk selalu melihat dari perspektif konsumen dan pertimbangan harga. Segmen low cost green car (LCGC) akan tetap digarap sambil melakukan diversifikasi produk untuk segmen di atas LCGC.

"LCGC pasarnya besar. Pada saat yang sama ada peluang di atas LCGC. Itu analisis kami sehingga kami perkenalkan produk di atas LCGC," ujarnya baru-baru ini.

Nakamura menjelaskan, kehadiran produk di atas kelas LCGC lahir dari permintaan konsumen yang menginginkan kendaran dengan fitur yang lebih baik. Adapun, Datsun sejak awal tahun ini telah merambah ke segmen city car melalui Datsun Cross.

Keseriusan Datsun untuk menyasar segmen yang membutuhkan kendaraan sporty dan stylist juga ditandai dengan kehadiran produk baru yakni Datsun Go live Special Edition pada GIIAS 2018. Datsun, jelas Nakamura, berupaya menghadirkan produk dengan harga yang kompetitif tetapi berkualitas. "Kami ingin konsumen kami puas dari sisi produk maupun layanan purnajual," paparnya.

Adapun, penjualan wholesales Datsun pada semester I/ 2018 tercatat sebanyak 7.621 unit, tumbuh 60,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Dari jumlah itu, segmen city car berkontribusi sebanyak 2.248 unit, sementara sisanya berasal dari LCGC.

Nakamura menyampaikan, Datsun akan terus membangun citra sebagai kendaraan berkualitas dengan harga terjangkau. Hal itu diakui tidak mudah karena Datsun pertama kali hadir lebih dikenal sebagai pemain kendaraan LCGC. "Datsun usia masih sangat mudah. Kami ingin membuat brand Datsun kuat dan itu butuh waktu," tambahnya.

Presiden Direktur PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Eiichi Koito mengatakan, Datsun bukan brand kendaraan LCGC. Datsun adalah kendaraan dengan harga terjangkau, bukan kendaraan murah karena sebagai pabrikan Jepang tidak ada kompromi untuk kualitas.

"Murah berbeda dengan terjangkau. Brand kami terjangkau bukan murah. Kami tidak kompromi untuk kualitas dan performa, dengan desain bagus kami ingin konsumen puas," tambahnya.

Koito menambahkan, Datsun masih menunggu kejelasan aturan untuk kelanjutan program Kendaraan Bermotor Roda Empat yang Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) jilid dua. Jika sudah tersedia regulasi yang jelas, Datsun akan mempelajari sebelum memutuskan untuk ikut program tersebut.

"Kami belum tahu regulasi itu sehingga kami belum bisa komentar. Kami akan pelajari dulu" katanya.

Tag : Datsun Cross
Editor : Fatkhul Maskur
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top