Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Merek Mobil Listrik China XPeng Pertimbangkan Pakai Baterai Nikel di RI

Merek mobil listrik China XPeng membuka kemungkinan untuk menggunakan baterai berbasis nikel di pasar Indonesia.
Mobil listrik XPeng G6 saat peluncuran di Jakarta Selatan Jumat (28/2/2025)./Bisnis-Rizqi Rajendra.
Mobil listrik XPeng G6 saat peluncuran di Jakarta Selatan Jumat (28/2/2025)./Bisnis-Rizqi Rajendra.

Bisnis.com, JAKARTA --- Produsen otomotif asal China, XPeng berencana untuk memproduksi lokal mobil listrik di Indonesia pada semester II/2025. Seiring dengan rencana tersebut, XPeng juga tengah mempertimbangkan untuk menggunakan bahan baku baterai nikel dari Indonesia.

Vice President XPeng James Wu mengatakan, XPeng berkomitmen untuk melokalisasi produk mobil listriknya di Indonesia. Hal itu bertujuan agar XPeng bisa menjawab kebutuhan pasar secara tepat dan lebih cepat.

Lebih lanjut, dia mengatakan, sejauh ini mayoritas produk mobil listrik XPeng masih menggunakan baterai jenis lithium ferro phosphate (LFP). Namun, tidak menutup kemungkinan perusahaan akan menggunakan baterai nikel yang sumber dayanya melimpah di Indonesia.

“Untuk tipe baterainya sendiri memang ada beberapa jenis yang kami gunakan, salah satunya adalah LFP. Kemungkinan ke depannya kami juga bisa menggunakan bahan baku baterai di Indonesia,” ujar James saat peluncuran XPeng di Jakarta, Jumat (28/2/2025).

Lebih lanjut, dia mengatakan, sejauh ini XPeng masih terus aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan beberapa mitra lokal untuk memastikan realisasi produksi lokal berjalan sesuai rencana.

Perlu diketahui, nantinya XPeng akan merakit mobil di Tanah Air dengan menumpang di fasilitas produksi milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) yang berlokasi di Purwakarta, Jawa Barat.

Selain XPeng, pabrik milik PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta juga akan memproduksi beberapa merek EV asal China lainnya, seperti Geely, Jaecoo, hingga Jetour.

Pada acara peluncuran pada Jumat (28/2/2025), XPeng memperkenalkan dua model mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) terbarunya di Indonesia yakni X9 dan G6 yang dipasarkan pada tahun ini. Namun, pihak XPeng belum membeberkan harga kedua model tersebut.

Nantinya, XPeng X9 akan bertarung di segmen MPV listrik premium, sedangkan XPeng G6 akan memenuhi pasar SUV listrik. Kedua model XPeng itu akan diluncurkan juga di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025 pada Juli tahun ini.

Terkait ekspansi jaringan diler, pada tahun ini XPeng akan membuka sebanyak enam diler di kawasan Jabodetabek. Selanjutnya, pada 2026 jaringan diler XPeng akan bertambah menjadi 12 hingga 15 cabang.

Pemerintah Dorong EV China Pakai Baterai Nikel

Diberitakan sebelumnya, pemerintah mendorong para pabrikan mobil listrik asal China untuk menggunakan baterai berbahan baku nikel (nickel manganese cobalt/NMC), sejalan dengan komitmen hilirisasi sumber daya alam.

Pembina Industri Ahli Muda Tim Kerja KBLBB Direktorat IMATAP Kemenperin Patia Jungjungan mengatakan, sejauh ini produsen kendaraan listrik (electric vehicle/EV) asal China yang masuk pasar Indonesia mayoritas menggunakan baterai LFP.

“Namun, tentunya kami dari pemerintah sangat mendukung dan mendorong apabila mereka mau menggunakan teknologi nikel,” ujar Patia dalam diskusi yang digelar oleh Core Indonesia, Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya alam nikel yang melimpah sehingga dapat dimanfaatkan untuk bahan baku baterai kendaraan listrik. Apalagi, seiring dengan komitmen hilirisasi nikel, diharapkan harga bahan baku nikel bisa semakin murah.

Perlu diketahui, kualitas baterai nikel lebih unggul dibandingkan baterai LFP. Apalagi, biasanya baterai nikel lebih banyak dipakai di mobil listrik kelas premium karena bobotnya lebih ringan dan daya tahannya lebih baik dibandingkan LFP.

Namun sayangnya, sebagian besar pemain mobil listrik di Indonesia masih menggunakan baterai jenis LFP. Sebab, bahan baku baterai NMC menggunakan nikel dan kobalt, yang lebih langka dan mahal dibanding besi dan fosfat pada LFP.

Berdasarkan catatan Bisnis, sejumlah agen pemegang merek (APM) masih belum menggunakan baterai nikel, melainkan baterai jenis lithium ferro phosphate (LFP), di antaranya yakni BYD, Wuling, Chery, Morris Garage (MG), Neta, hingga Aion.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper