Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Electrum Minta Subsidi Motor Listrik Tidak Digantung, Sahkan Secepatnya

Electrum menganggap rencana subsidi pembelian motor listrik harus cepat diketok, lantaran mengganggu keputusan konsumen.
PT Gojek Indonesia menggandeng PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) ekosistem motor listrik bertajuk Electrum, Kamis (18/11/2021).
PT Gojek Indonesia menggandeng PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) membentuk perusahaan patungan atau joint venture (JV) ekosistem motor listrik bertajuk Electrum, Kamis (18/11/2021).

Bisnis.com, JAKARTA – PT Energi Kreasi Bersama (Electrum) tengah menunggu kepastian dari subsidi motor listrik pemerintah yang direncanakan diketok awal Februari 2022.

Managing Director Electrum Patrick Adhiamatdja menyampaikan sebaiknya subsidi kendaraan listrik segera direalisasikan. Sebab, nantinya, setelah subsidi ini disahkan maka pihaknya akan lebih leluasa dalam merencanakan langjah yang diambil ke depan.

“Intinya kami tunggu saja keputusannya, tentunya kami mengharapkan ada keputusan dalam waktu dekat supaya pasar tidak menunggu ‘iya-iya,tidak-tidak’ plan-nya [juga] supaya bisa lebih enak lah ke depannya,” tutur Patrick kepada Bisnis, Senin (30/1/2023).

Adapun, PT TBS Energi Utama Tbk. (TOBA) akan mengalokasikan lebih dari sepertiga belanja modal atau capital expenditure tahun 2023 untuk Electrum. “Lebih dari sepertiga (capex untuk Electrum),” kata Wakil Direktur Utama TOBA Pandu Sjahrir belum lama ini.

Untuk diketahui, TOBA sempat mengungkapkan total capex perseroan pada 2023 mencapai US$60 juta atau setara Rp937,67 miliar (asumsi kurs Rp15.627) pada 2023. Artinya, perusahaan patungannya dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO). ini akan menerima guyuran dana lebih dari Rp300 miliar.

Lebih lanjut, Pandu mengatakan penjualan motor Electrum akan difokuskan ke model business to business (B2B). Nantinya, ke depan, setelah penjualan B2B, Electrum akan mulai menjual motor listrik langsung ke konsumen.

Sekadar informasi, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyebut subsidi kendaraan listrik akan diumumkan awal Februari 2023 sebesar Rp7 juta.

Luhut mengatakan keputusan terkait dengan besaran insentif serta kemudahan lainnya untuk mendorong ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri sudah disetujui Presiden Joko Widodo atau Jokowi beberapa waktu lalu.

“Tadi angkanya sudah saya laporin, Presiden [Joko Widodo] setuju, benchmark-nya dengan Thailand kira kira plus minus sudah tidak perlu rahasia lagi itu,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Editor : Kahfi
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper