Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemerintah Mau Subsidi Bus Listrik, Ini Tanggapan Daimler

Tak hanya mobil dan motor listrik, ternyata pemerintah juga berencana memberikan subsidi untuk bus listrik.
Daimler Bus mengirimkan 112 bus antar kota ke Mohlins Bussar. /Daimler
Daimler Bus mengirimkan 112 bus antar kota ke Mohlins Bussar. /Daimler

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita, kembali membocorkan rencana pemerintah untuk memberikan subsidi kendaraan listrik guna mempercepat ekosistem kendaraan listrik di Tanah Air.

Tak hanya mobil dan motor listrik, ternyata pemerintah juga berencana memberikan subsidi untuk bus listrik. Meski demikian, formulasi terkait subsidi kendaraan listrik belum final karena pemerintah masih menggodok kebijakan tersebut.

"Jadi tidak hanya mobil, tidak hanya motor, tapi juga bus listrik. Syaratnya dia harus memiliki fasilitas atau pabrik di Indonesia," kata Agus dalam Jumpa Pers Akhir Tahun 2022 & Seminar Outlook Industri 2023 yang disiarkan di kanal YouTube Kemenperin dikutip Kamis, (29/12/2022).

Menanggapi hal tersebut, PT Daimler Commercial Vehicle Indonesia (DCVI) sebagai perusahaan distribusi kendaraan komersial Mercedes-Benz menyambut baik rencana pemerintah yang akan memberikan subsidi untuk bus listrik. Pasalnya, pengembangan bus listrik membutuhkan biaya yang cukup besar.

"Ini adalah kabar yang sangat baik untuk semua konsumen bus listrik dan OEM [produsen]. Namun penting untuk memahami skema dan cara kerjanya," ujar President Director PT DCVI, Naeem Hassim kepada Bisnis, Rabu, (28/12/2022).

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Daimler sempat berencana memboyong prototipe bus listrik Mercedes-Benz ke Indonesia pada paruh pertama 2023. Namun, karena satu dan lain hal, rencana itu tertunda sampai sekitar semester II/2023.

"Kami sedang mengusahakan hal ini. Saya tidak bisa janji membawa bus listrik pada paruh pertama tahun depan, tapi kami berharap pada semester II/2023," ujarnya.

Sebagai informasi, PT Daimler Commercial Vehicles Manufacturing (DCVMI) sudah memiliki pabrik di Wanaherang, Jawa Barat untuk memproduksi kendaraan niaga Mercedes-Benz.

Kendati demikian, mengacu beleid Permenperin No.6/2022, kendaraan bus dan truk harus dirakit dalam kondisi terurai lengkap (CKD) dengan target minimum TKDN 60 persen mulai 2024.

"Terlalu dini pada tahap ini, itu adalah tujuan akhir yang ingin kami capai. Untuk saat ini, sasis bus listrik masih diimpor utuh [CBU], tapi kami ingin bodinya dilokalisasi. Oleh sebab itu, kami perlu memahami skema dari pemerintah," ungkap Naeem.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Rizqi Rajendra
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper