Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Melihat Tantangan Industri Otomotif Masa Depan di Era e-Mobility

Pada tahun 2030 perangkat lunak itu akan mewakili hingga 30 persen dari komponen nilai kendaraan.
Andhika Anggoro Wening
Andhika Anggoro Wening - Bisnis.com 15 Juli 2022  |  16:14 WIB
Melihat Tantangan Industri Otomotif Masa Depan di Era e-Mobility
Melihat Tantangan Industri Otomotif Masa Depan di Era e-Mobility - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Tantangan industri otomotif masa depan diprediksi akan bergerak dari produsen mobil menjadi penyedia layanan e-Mobility dengan infrastruktur TI berbasis edge data center untuk menngakomodasi konektivitas dan pengelolaan data kendaraan pintar.

McKinsey & Company memperkirakan hampir 100 juta barisan kode perangkat lunak dibutuhkan untuk mengontrol dan mengoperasikan subsistem yang membentuk mobil modern.

Pada tahun 2030 perangkat lunak itu akan mewakili hingga 30 persen dari komponen nilai kendaraan. Hal ini juga berarti mobil akan menjadi pusat data di atas roda, dan, seperti halnya pusat data, maka komunikasi dan konektivitas adalah kunci untuk memastikan pengoperasian mobil selalu tersedia, aman, dan dapat diandalkan.

Dalam transisi industri otomotif dari peran konvensional sebagai produsen mobil menjadi penyedia layanan mobilitas (e-Mobility) maka hal ini akan mendorong pendekatan lain terhadap model bisnis dan sistem TI yang mendukungnya.

Faktanya, tren teknologi seperti konektivitas yang canggih dan big data menciptakan peluang dan risiko baru

Perubahan masif di sektor otomotif seperti e-mobility dan self-driving menuntut kebutuhan akan solusi infrastruktur TI yang terintegrasi secara keseluruhan.

Infrastruktur ini mencakup aset yang dapat dengan mudah dikembangkan (scalable) dengan kemampuan komputasi dan solusi edge yang menyediakan pemrosesan data tanpa latensi, dan software analitik berbasis cloud untuk memaksimalkan profitabilitas. Teknologi digital dan otomasi akan meningkatkan visibilitas untuk membangun jaringan dan memunculkan potensi layanan konsultasi dan layanan pemeliharaan prediktif dari jarak jauh yang mendorong performa dan meningkatkan keselamatan.

“Schneider Electric memiliki solusi yang dapat mendukung pemangku kepentingan industri otomotif menyesuaikan diri dengan model bisnis e-Mobility. Infrastruktur TI yang terstandarisasi dan terukur dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan data dan keputusan bisnis berbasis data. Perangkat lunak seperti EcoStruxure IT Expert (memungkinkan pengelolaan perangkat TI dari jarak jauh) dan EcoStruxure IT Advisor, yang memungkinkan pengelolaan siklus hidup pusat data yang lebih mudah (termasuk perencanaan, dan manajemen perubahan) menawarkan dukungan berbasis cloud yang diperlukan industry otomotif agar semakin kompetitif di era e-Mobility," ujar Yana Achmad Haikal, Business Vice President Secure Power Schneider Electric Indonesia & Timor Leste.

“Solusi EcoStruxure seperti EcoStruxure IT Expert dan EcoStruxure IT Advisor Arsitektur infrastruktur TI yang terukur dan modular memastikan fleksibilitas dan penghematan biaya dalam bersiap menghadapi pertumbuhan masa depan yang tidak dapat diprediksi. Dengan mempertimbangkan peluang dan risiko yang bisa terjadi dalam transisi ke jaringan kendaraan yang lebih terkoneksi, melalui penawaran seperti pusat data mikro, pusat data pabrikan, sistem pemantauan jaringan TI yang canggih, sistem otomatisasi dan kontrol, dan perangkat lunak analisis data, ada arsitektur komunikasi seluler yang akan membantu produsen mobil untuk beradaptasi dengan lebih baik.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

otomotif schneider electric
Editor : Andhika Anggoro Wening

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top