Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Ini Tips Mengurangi Risiko Kecelakaan Beruntun

Kecelakaan beruntun memang sering terjadi di jalan raya terlebih di jalan tol, ada beberapa faktor yang dapat memicu kecelakaan, seperti rem blong maupun kelalaian pengendara.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 27 Juni 2022  |  14:41 WIB
Kecelakaan Beruntun di Tol Cipularang, Ini Tips Mengurangi Risiko Kecelakaan Beruntun
Ilustrasi kecelakaan mobil - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Telah terjadi kecelakaan beruntun di tol Cipularang, 17 kendaraan mengalami tabrakan beruntun sepanjang KM 92 atau Purwakarta Jawa Barat. Jalan tol memang sangat rawan terjadinya kecelakaan berntun.

Akibat  kecelakaan tersebut tiga orang mengalami luka berat dan 16 orang luka ringan. Adapun, kecelakaan yang terjadi tol Cipularang pada Minggu malam (26/6/2022) tersebut terjadi karena adanya rem blong.

Sebenarnya kecelakaan beruntun memang sering terjadi di jalan raya terlebih di jalan tol, ada beberapa faktor yang dapat memicu kecelakaan, seperti rem blong maupun kelalaian pengendara.

Namun untuk menghindari kecelakaan beruntun ada beberapa hal yang bisa dilakukan seperti berkonsentrasi dan mematuhi aturan lalu lintas adalah syaratu utamanya. Selain itu, terdapat beberapa tips untuk mengurangi risiko tabarakan berntun seperti berikuti ini:

1. Jaga jarak

Pertama dalam mengemudi, mengatur jarak antar kendaraan merupakan hal penting, terlebih lagi di jalan tol, di mana mobil kerapkali dipacu dalam kecepatan tinggi. Dengan menjaga jarak dengan kendaraan di depa,  akan memberikan ruang untuk kendaraan melakukan manuver mendadak atau menghindar ketika terjadi hal yang ingin dihindari.

Jarak teraman dengan kendaraan inipun tergantung tingkat kecepatan. Untuk kecepatan rata-rata 100 Km/jam maka jarak aman sekitar 100 meter, sedangkan untuk kecepatan 90 Km/jam maka jarak teraman sekitar 90 meter.

2. Patuhi aturan batas kecepatan maksimal

Setiap ruas tol memiliki aturan batas kecepatan maksimal. Biasanya kecepatan maksimal yang diizinkan antara 80-100 kilometer per jam (kpj).

3. Kontur jalan sering tidak rata atau bergelombang

Selain menjaga jarak dan kecepatan, pengemudi juga harus memperhatikan keadaan jalan tol. Beberapa jalan tol sering memiliki jalanan dengan kontur yang bergelombang dan tidak rata, sehingga membuat kaki kaki mobil rusak, serta potensi kecelakaan bisa lebih besar.

4. Hindari Truk Muatan Berlebih

Walaupun sudah terdapat peraturan pelarangan tol bermuatan lebih (ODOL/Over Dimensi Over Load), seringkali di jalan tol truk-truk tersebut masih berkeliaran. Untuk itu, pengemudi sebaiknya menghindar dan sangat menjaga jarak dengan truk ODOL, karena berisiko besar oleng karena muatan, serta bahaya kecelakaan akibat pengereman blong.

5. Cek Mesin Sebelum Bepergian

Belajar dari kejadian yang terjadi di Tol Cipularang yang terjadi karena rem blong, alangkah baiknya ketika berpergian untuk selalu mesin seperti wiper, kampas rem dan lampu-lampu serta penunjang keselamatan diperiksa terlebih dahulu.

Rem blong tersebut dikarenakan kampas rem yang tipis atau habis sehingga ketika ada  kendaraan yang berhenti mendadak maka pengemudi  sulit mendapat jarak pengereman yang aman jika kampas rem sudah tipis atau habis . Tabrakan beruntun sulit dihindari jika kondisinya demikian

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kecelakaan maut kecelakaan tol cipularang kecelakaan lalu lintas tips otomotif kecelakaan mobil
Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top