Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga BBM Tinggi, Toyota Optimistis Konsumen Beralih ke Hybrid

Alasannya, mobil Hybrid Electric Vehicle atau HEV akan memangkas penggunaan BBM hingga 50 persen. Sehingga, sewaktu harga bahan bakar minyak (BBM) melambung, menggunakan HEV merupakan opsi paling realistis.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 23 Mei 2022  |  14:41 WIB
Harga BBM Tinggi, Toyota Optimistis Konsumen Beralih ke Hybrid
Innova BEV - Khadijah Shahnaz/Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Melonjaknya harga minyak mentah dunia yang berdampak pada kenaikan haga bahan bakar minyak atau BBM seharusnya menjadi momen tumbuhnya penjualan mobil  hybrid electric vehicle (HEV). Toyota sebut kendaraan tersebut bisa menjadi solusi.

Corporate Affairs Director Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Bob Azam mengatakan bahwa melihat potensi yang ada, mobil hybrid seharusnya sudah mulai dilirik pasar.

Hybrid hemat bahan bakar sampai dengan 50 persen. Mestinya jadi solusi, apalagi harga bensin naik ya,” katanya melalui pesan instan, Senin (23/5/2022).

Dikutip dari data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Penjualan kendaraan HEV pada April sebanyak 192 unit. Realisasi tersebut turun 31,9 persen dari April tahun lalu sebanyak 282 unit.

Sedangkan dibandingkan pada Maret, penjualan mobil hybrid juga turun 5,89 persen. Di situ terjual 204 unit.

Jika diakumulasikan sepanjang tahun 2022 hingga April, penjualannya 846 unit. Angka tersebut turun 26,93 persen dari periode yang sama tahun lalu dengan total 1.158 mobil.

Sementara itu, produsen mobil hybrid belum banyak. Hanya ada empat agen pemegang merk di situ, yakni Lexus, BMW, Nissan, dan Toyota.

Di situ, Toyota mendominasi pasar dengan mengeluarkan empat jenis merk mobil hybrid. Dari jumlah penjualan kendaraan sebanyak 192 unit pada April, 161 berasal dari Toyota.

Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menjelaskan bahwa porsi penjualan mobil hybrid terhadap kendaraan seluruhnya terbilang kecil.

“Karena marketnya sangat spesifik. Ada orang yang ingin coba, ya dia coba. Tapi market-nya belum terbaca,” jelasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top