Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Elon Musk Murka Tesla Tidak Masuk Indeks ESG, Dianggap Tidak Pro Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan?

Dua ganjalan buat Tesla yaitu klaim diskriminasi rasial di pabrik dan respon perusahaan terhadap dugaan kecelakaan terkait produk mobil autopilot.
Kahfi
Kahfi - Bisnis.com 19 Mei 2022  |  05:10 WIB
Founder Tesla Elon Musk -  Bloomberg
Founder Tesla Elon Musk - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA- Elon Musk berang lantaran Tesla terlempar dari indeks environmental, social, and governance (ESG) yang disusun S&P 500. ESG sendiri kini merupakan acuan bagi perusahaan untuk mengadopsi berbagai standar dan prinsip bisnis pro lingkungan hidup, serta pembangunan berkesinambungan.

Dalam kicauan Twitter, Musk berkomentar, “Exxon mendapat peringkat sepuluh besar terbaik di dunia untuk lingkungan, sosial, tata kelola (ESG) oleh S&P 500, sementara Tesla tidak masuk daftar! ESG adalah penipuan. Itu telah dipersenjatai oleh pejuang keadilan sosial palsu.”

Seperti dikutip dari electric-vehicles.com, Tesla dikeluarkan dari indeks S&P 500 ESG. Berdasarkan laporan tersebut, Tesla berada tertinggal dari banyak perusahaan multinasional lainnya dalam menerapkan prinsip ESG yang sangat luas dan komprehensif. Indeks itupun menghapus Berkshire Hathaway, Johnson & Johnson dan Meta dari daftar.

“Tetapi, bagaimana mungkin sebuah perusahaan yang menyatakan misinya sendiri adalah untuk mempercepat transisi dunia ke energi berkelanjutan tidak masuk dalam indeks ESG? Ada banyak alasan. Pertama dan terpenting, kelompok industri GICS di mana Tesla dinilai [Mobil & Komponen] mengalami peningkatan keseluruhan dalam Skor S&P DJI ESG rata-rata,” kata laporan itu.

“Jadi, sementara Skor S&P DJI ESG Tesla tetap cukup stabil dari tahun ke tahun, skor itu didorong lebih jauh ke bawah seiring meningkatnya peringkat dari perusahaan sejenis. Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap Skor S&P DJI ESG 2021 adalah penurunan skor yakni strategi rendah karbon dan perilaku bisnis Tesla,” ujar  Senior Director, Environmental, Social, and Governance (ESG) Product Strategy S&P Margaret Dorn.

Dia mengungkapkan berdasarkan analisis media dan pemangku kepentingan mengidentifikasi dua kasus besar yang menjegal Tesla. Keduanya merupakan peristiwa terpisah, yakni klaim diskriminasi rasial dan kondisi kerja yang buruk di pabrik Fremont Tesla, serta penanganannya terhadap investigasi NHTSA setelah banyak kematian dan cedera diduga akibat kendaraan autopilot.

“Kedua peristiwa ini berdampak negatif pada Skor S&P DJI ESG perusahaan pada tingkat kriteria, dan selanjutnya skor keseluruhannya,” pungkas Dorn.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor : Kahfi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top