Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Permintaan Tinggi tapi Cip Langka, Penjualan Motor Tersendat

Kelangkaan cip atau semikonduktor membuat penjualan motor nasional tersendat sepanjang 2022.
Jaffry Prabu Prakoso
Jaffry Prabu Prakoso - Bisnis.com 16 Mei 2022  |  15:36 WIB
Ilustrasi sepeda motor
Ilustrasi sepeda motor

Bisnis.com, JAKARTA – Mulai tumbuhnya ekonomi dan tingginya permintaan pasar tahun ini ternyata tidak sebanding dengan kemampuan produksi. Masalah cip atau semikonduktor membuat penjualan motor nasional tersendat sepanjang 2022.

Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), distribusi motor dari Januari sampai April atau sepanjang tahun ini (year to date/ytd) untuk pasar domestik sebanyak 1.702.058 unit, sedangkan ekspor 224.236 unit.

Penjualan untuk dua sektor tersebut turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Pasar domestik pada 2021 sebesar 1.766.852 dan ekspor 288.035.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan penjualan yang loyo diakibatkan beberapa anggota asosiasi yang kesulitan masalah cip.

“Jadi otomatis berpengaruh. Apalagi dengan situasi beberapa tempat ini kan pengaruh dari lockdown,” katanya saat dihubungi, Senin (16/5/2022).

Sigit menjelaskan bahwa kelangkaan cip masih belum juga tertangani meski sudah berlangsung selama setahun. Tentunya ini masih menjadi momok untuk meningkatkan penjualan.

“Sebetulnya permintaan bagus. Dari data kita cukup besar peminatnya. Tapi kita tidak bisa penuhi masalah cip itu sehingga membuat daftar tunggu lebih panjang,” jelasnya.

Sementara itu, Manager Public Relation Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) Anton Widiantoro saat dikonfirmasi tidak mengiyakan kondisi nasional tersebut saat dikonfirmasi.

“Faktornya juga sama seperti industri lainnya,” katanya melalui pesan instan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sepeda motor chip penjualan motor
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Banner E-paper
To top