Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Perang Rusia vs Ukraina: Produsen Mobil Eropa Hentikan Jalur Produksi

Beberapa produsen mobil Eropa menghentikan jalur produksi akibat meletusnya perang antara Rusia dan Ukraina.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 28 Februari 2022  |  10:10 WIB
Volkswagen. - Antara/Reuters
Volkswagen. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Perang Rusia dan Ukraina membuat beberapa produsen mobil di Eropa menghentikan produksi mobil saat ini. 

Dilansir dari Hindustan Times, Volkswagen AG akan menghentikan produksi selama beberapa hari di dua pabrik Jerman setelah penundaan dalam mendapatkan suku cadang mobil yang dibuat di Ukraina. 

Sementara itu, Renault akan menangguhkan beberapa operasi di pabrik perakitan mobil di Rusia untuk beberapa minggu kedepan karena kekurangan suku cadang. 

Juru bicara dari perusahaan menyatakan bahwa keputusan tersebut merupakan konsekuensi dari perbatasan yang diperkuat antara Rusia dan negara - negara tetangga.

Produsen mobil Rusia Avtovaz, yang dikendalikan oleh Grup Renault, juga menangguhkan beberapa jalur perakitan di pabriknya di Rusia selama sehari karena adanya kekurangan chip semikonduktor yang terjadi secara global.

Setelah adanya invasi Rusia ke Ukraina, perusahaan konsultan JD Power dan LMC Automotive juga memangkas prospek penjualan mobil baru secara global di tahun 2022. Pihaknya memangkas 400 ribu kendaraan, di mana produksi mobil mereka pada tahun ini menjadi 85,8 juta unit.

Hal ini terjadi perang ini akan memperparah  krisis chip semikonduktor saat ini. Pasalnya, sejauh ini industri otomotif masih berada dalam fase pemulihan kelangkaan rantai pasokan. 

Masalah tersebut pun bisa menjadi lebih buruk setelah invasi Rusia ke Ukraina beberapa hari lalu. Bahkan beberapa laporan menyebutkan bahwa gangguan produksi yang dialami perusahaan teknologi dan industri otomotif ini bakal berjalan lebih dari setahun.

Sementara itu, Rusia dan Ukraina merupakan negara yang penghasil gas neon dan paladium yang digunakan untuk membuat chip semikonduktor. Informasi itu disampaikan langsung oleh perusahaan riset pasar di California, Techcet.

Produksi neon gas dilakukan di Rusia kemudian dipasok dan dimurnikan oleh perusahaan kimia Ukraina. Kini harga neon pun mengalami peningkatan hingga 600 persen setelah terjadinya perang Rusia Ukraina.

Selain itu, Rusia juga merupakan negara yang memasok palladium utama. Perusahaan riset tersebut menyebutkan Rusia memasok sekitar 33 persen palladium secara global. Bahan ini nyatanya menjadi logam utama yang digunakan untuk catalytic converter di industri otomotif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil renault Volkswagen AG russia Produksi Mobil Perang Rusia Ukraina
Editor : Feni Freycinetia Fitriani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top