Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nissan Kembangkan Teknologi Baru untuk Kurangi Emisi CO2

Nissan berupaya mengembangkan teknologi baru untuk mengurangi emisi CO2 pada mobil.
Nissan e-Power. /Nissan
Nissan e-Power. /Nissan

Bisnis.com, JAKARTA - Produsen mobil asal Jepang, Nissan telah mengembangkan bahan mobil yang dapat mengurangi emisi CO2.

Dilansir dari Hindustan Times, Nissan bekerja sama dengan Institut Teknologi Tokyo, yang merupakan pengembang pertama bahan bakar tersebut. Bahan ini diberi nama photon upconversion (UC) dan diklaim dapat meningkatkan efisiensi fotosintesis buatan yang akan memecah air menjadi oksigen dan hidrogen.

Nissan menggunakan hidrogen ini dengan CO2 untuk menghasilkan senyawa mentah seperti olefin untuk resin. Resin ini akan digunakan di mobil Nissan masa depan.

Merek mobil mengklaim bahwa mereka berencana untuk mencapai netralitas karbon di seluruh siklus hidup produknya pada 2050.

Teknologi baru ini akan berkontribusi pada tujuan Nissan dengan meningkatkan penggunaan CO2 sebagai bahan baku, yang dapat mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil dalam pembuatan resin dan produk lainnya.

Resin banyak digunakan dalam industri otomotif sebagai bahan pengisi dan perekat pada bodi kendaraan. Resin bekerja dengan berbagai permukaan termasuk plastik, fiberglass, logam, dan kayu.

Nissan mengklaim UC solids yang baru dikembangkan mengubah cahaya panjang gelombang panjang yang terbuang saat ini menjadi cahaya panjang gelombang pendek, yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi fotosintesis buatan.

Bahan UC baru adalah padatan stabil yang dapat terus berfungsi bahkan ketika ada oksigen. Inovasi terbaru hadir sejalan dengan strategi pembuat mobil untuk mencapai netralitas karbon di semua operasi.

Produsen mobil tersebut telah menetapkan tujuan untuk mencapai netralitas karbon di semua operasi dan produk pada 2050. Pada awal 2030-an Nissan bertujuan menawarkan semua kendaraan barunya sebagai kendaraan listrik di pasar-pasar utama.

Bagian dari strategi pencapaian netralitas karbon ini adalah mengekstraksi bahan mentah secara berkelanjutan dari kendaraan akhir masa pakai dan sumber daya lain yang dapat didaur ulang. UC diharapkan memainkan peran kunci dalam hal itu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Penulis : Khadijah Shahnaz
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper