Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pabrik Toyota Blak-blakan Dampak Diskon PPnBM Tahun Ini

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam mengatakan bahwa tahun ini kinerja ekspor telah mencapai 89 persen dari kondisi 2019. Pada saat yang sama, permintaan domestik telah mencapai 88 persen. 
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 Desember 2021  |  10:04 WIB
Pekerja di Pabrik Toyota Karawang 2.  - TMMIN
Pekerja di Pabrik Toyota Karawang 2. - TMMIN

Bisnis.com, JAKARTA — PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mencatat permintaan domestik tahun ini pulih bersama dengan pasar global. Hal ini didorong oleh diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang diberikan pemerintah sejak Maret 2021. 

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal TMMIN Bob Azam mengatakan bahwa tahun ini kinerja ekspor telah mencapai 89 persen dari kondisi 2019. Pada saat yang sama, permintaan domestik telah mencapai 88 persen. 

"Pada 2020 ekspor lebih cepat pulih. Saat permintaan domestik 50 persen [dari 2019], ekspor 70 persen. Tahun ini pemulihan ekspor dan domestik hampir sama," kata Bob konferensi pers virtual, Selasa (21/12/2021).

Adapun berdasarkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), secara total, produksi kendaraan bermotor roda empat dan lebih sepanjang Januari–November 2021 telah mencapai 1.003.570 unit atau naik 61,4 persen secara tahunan. Toyota berkontribusi 41,3 persen dan diikuti oleh Daihatsu (14,7 persen), Mitsubishi (13,2 persen), Suzuki (11,4 persen) dan Honda (7,9 persen). 

Sementara itu, pada periode yang sama ekspo mobil utuh atau completely built up (CBU) naik 29,3 persen, atau menjadi 267.224 unit. Daihatsu dan Toyota menjadi kotributor utama dengan menyumbang 61,3 persen atau 169.544 unit. 

Mitsubishi, Suzuki, dan Honda, masing-masing menyumbang 17,8 persen, 17,1 persen, dan 2,5 persen. Sisanya terbagi antara Hino, DFSK, Hyundai, dan Wuling, di mana setiap pabrikan berkontribusi kurang dari 0,5 persen. 

Masih mengutip data Gaikindo, penjualan dari dealer ke konsumen atau retail tumbuh 49,5 persen, menjadi 761.861 unit, sedangkan penjualan dari pabrik ke dealer atau wholesales naik 66,5 persen menjadi 790.524 unit. Gaikindo menargetkan tahun ini dapat ditutup dengan angka lebih dari 850.000 unit dan pada 2022 diharapkan tren positif berlanjut, sehingga pasar otomotif dapat membukukukan penjualan setidaknya 900.000 unit

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

PPnBM toyota motor manufacturing indonesia Produksi Mobil
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top