Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Toyota Setop 5 Pabrik Mobil Akibat Kekurangan Cip Semikonduktor

Toyota Motor Corporation akan setop produksi 5 pabrik mobil di Jepang pada Januari 2022 dikarenakan masalah rantai pasokan, kekurangan cip semikonduktor, dan pandemi Covid-19.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 21 Desember 2021  |  18:45 WIB
Toyota Setop 5 Pabrik Mobil Akibat Kekurangan Cip Semikonduktor
Toyota GR Yaris. - Toyota Global
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Toyota Motor Corporation  akan menghentikan produksi di lima pabrik mobil di Jepang pada Januari 2022. Hal ini dikarenakan masalah rantai pasokan, kekurangan cip semikonduktor, dan pandemi Covid-19.

Dilansir dari English.newstracklive.com, Toyota mengumumkan hal ini pada Senin (20/12/2021), dalam pengumanan tersebut, Toyota  tidak menjelaskan pabrik mobil mana saja yang akan diberhentukan.

Adapun dalam penghentian produksi lima pabrik tersebut akan mempengaruhi produksi sekitar 20.000 mobil. Namun produsen nomor satu di Dunia ini memastikan penghentian lima pabrik tidak akan mengganggu target produksi tahunan 9 juta mobil.

Keputusan Toyota untuk menghentikan produksi di lima pabriknya datang hanya beberapa hari setelah Toyota mengatakan bahwa mereka mengharapkan untuk memproduksi 800.000 mobil pada Januari, yaitu  60.000 lebih banyak dari pada Januari 2021. 

Walaupun menjadi produsen mobil terbesar di dunia, Toyota tetap mengalami kekurangan cip semikonduktor sehingga Toyota memproyeksikan pengurangan produksi mobil di Amerika Utara pada Januari 2022 sebanyak 50.000 unit. 

Di sisi lain, Toyota pada pekan lalu menargetkan penjualan 3,5 juta kendaraan listrik secara global pada 2030. Produsen mobil Jepang itu mengatakan siap untuk menginvestasikan 8 triliun yen (70 miliar dollar AS) untuk mobil listrik pada tahun 2030, dan meluncurkan 30 model EV secara global pada tahun itu.

Toyota telah mengatakan sebelumnya bahwa dari delapan juta mobil listrik yang ingin dijual pada 2030, dua juta di antaranya akan menjadi kendaraan listrik baterai dan kendaraan sel bahan bakar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

mobil chip toyota motor corp
Editor : Rio Sandy Pradana
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top