Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Ini 5 Penyebab Sirkulasi Air Radiator Mobil yang Rusak

Pemilik kendaraan dapat mendeteksi gejala dan penyebab kerusakan sirkulasi air radiator agar tidak menjalar ke mana-mana dan tentunya membuat biaya perbaikan semakin mahal.
Khadijah Shahnaz
Khadijah Shahnaz - Bisnis.com 29 November 2021  |  10:06 WIB
Radiator Mobil.  - Toyota
Radiator Mobil. - Toyota

Bisnis.com, JAKARTA – Sirkulasi air radiator pada mobil memiliki unsur penting dalam berkendara. Sirkulasi air radiator mobil yang tidak berfungsi normal atau mengalami kerusakan dapat berdampak pada sistem pendinginan mobil.

Sistem pendinginan yang dimaksudkan di sini bukan hanya mengenai AC saja melainkan sistem pendinginan pada suhu mesin mobil. Mesin mobil yang dinyalakan tentu akan menghasilkan suhu yang panas.

Apabila tidak ada sistem pendinginan, maka mesin mobil akan mengalami overheat yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan di berbagai komponen mesin mobil.

Dengan adanya sirkulasi air radiator mobil yang berjalan lancar, maka suhu panas yang dihasilkan oleh mesin mobil dapat dibuang keluar. Adapun, radiator berfungsi untuk menjaga kestabilan suhu pada mesin mobil agar tidak mengalami overheat.

Dilansir dari Auto2000, pemilik kendaraan dapat mendeteksi gejala dan penyebab kerusakan sirkulasi air radiator agar tidak menjalar ke mana-mana dan tentunya membuat biaya perbaikan semakin mahal. Berikut ini cara mendeteksinya: 

  1. Penumpukan Kotoran pada Radiator

Penyebab pertama dari sirkulasi air radiator mobil yang rusak adalah karena adanya penumpukan kotoran pada radiator. Kotoran seperti debu hingga lumpur dapat menempel dan mengendap pada area radiator dan hal ini yang membuat jalur sirkulasi air radiator menjadi terhambat

Apabila pemilik melihat kotoran yang menumpuk pada bagian kisi-kisi radiator ataupun bagian dalamnya, maka silahkan lakukan pengurasan secara menyeluruh dan bersihkan bagian kisi-kisinya dengan lap basah. Setelah dibersihkan, isi kembali air radiator hingga batas maksimum yang ditentukan.

  1. Terjadi Kerusakan pada Water Pump

Sirkulasi air radiator yang tersumbat bisa disebabkan oleh kerusakan pada water pump. Kerusakan yang terjadi pada water pump ini terletak pada bagian kipasnya (impeller) yang sudah mengalami korosi atau terdapat keretakan.

Water pump berfungsi untuk membawa air radiator ke seluruh sistem pendingin mesin mobil sehingga apabila komponen ini mengalami kerusakan, maka satu-satunya cara untuk memperbaikinya adalah dengan mengganti water pump tersebut. Water pump yang mengalami kerusakan sudah tidak dapat diperbaiki.

  1. Terjadi kerusakan pada Thermostat

Thermostat memiliki peranan penting untuk menjaga kestabilan suhu pada mesin mobil. Bila terjadi kerusakan pada thermostat, maka secara otomatis sirkulasi air radiator pada mobil akan bermasalah dan thermostat perlu diganti dengan yang baru.

  1. Radiator Mampat

Radiator dapat mengalami kemampatan yang biasanya disebabkan oleh penggunaan cairan radiator yang tidak tepat. Oleh karena itu, Pemilik harus memilih cairan radiator yang sesuai dengan mesin mobil untuk mencegah terjadinya mampat pada radiator mobil.

  1. Fan belt Terputus

Penyebab terakhir dari sirkulasi air radiator yang mengalami kerusakan adalah karena fan belt yang putus. Apabila fan belt ini putus, maka pemilik harus menggantinya dengan yang baru atau dapat mulai menggantinya ketika melihat fan belt mengalami kendur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

auto2000 tips otomotif
Editor : Amanda Kusumawardhani

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top