Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Zona Rendah Emisi di London, Mobil Tua Bayar Rp240.000 Setiap Melintas

Alasan pemerintah memberlakukan zona rendah emisi karena ada sebanyak 135.000 unit mobil dan van tua yang melintasi Kota London.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 26 Oktober 2021  |  14:55 WIB
Ilustrasi - Sebuah mobil Volvo Classic tahun 1975 (kanan) melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Rabu (21/1/2015).  - Antara/Zabur Karuru
Ilustrasi - Sebuah mobil Volvo Classic tahun 1975 (kanan) melintas di sekitar Bundaran HI, Jakarta, Rabu (21/1/2015). - Antara/Zabur Karuru

Bisnis.com, JAKARTA — Pemerintah Kota London resmi memberlakukan zona rendah emisi atau Ultra-Low Emission Zone (ULEZ) sejak 25 Oktober 2021. Aturan baru ini akan membuat mobil tua harus membayar 12,5 poundsterling atau sekitar Rp240.000 setiap kali melewati kawasan ULEZ. 

Penerapan zona rendah emisi dilakukan untuk mendorong masyarakat agar beralih ke kendaraan ramah lingkungan atau menggunakan transportasi umum. Biaya yang harus dibayar ini berlaku bagi setiap mobil diesel atau van yang tidak memenuhi standar mesin Euro 6 atau mobil yang diproduksi di bawah September 2015.

Sementara itu untuk mobil bensin yang yang terdampak aturan ini adalah mobil yang menggunakan mesin di bawah Euro 4 dan mobil keluaran 2005 ke bawah. Sementara untuk sepeda motor, berlaku jika menggunakan mesin Euro 3 ke bawah dan sepeda motor keluaran 2007 ke bawah.

Aturan ini diberlakukan secara luas di Kota London, mulai dari jalan Lingkar Utara dan Selatan serta daerah perumahan besar.

Mengutip Tempo, Selasa (26/10/2021), alasan pemerintah memberlakukan ULEZ karena ada sebanyak 135.000 unit mobil dan van tua yang melintasi Kota London. Oleh sebab itu, kendaraan yang dianggap menghasilkan emisi tinggi tersebut wajib membayar dan apabila tidak membayar, para pengedara akan dikenakan denda.

Tidak ada keringanan bagi penduduk setempat. Namun aturan Zona Rendah Emisi ini akan dikecualikan bagi pengemudi disabilitas dan juga pengemudi yang dalam keadaan darurat menuju rumah sakit.

Kebijakan pemerintah Kota London itu seiring dengan upaya seluruh dunia menurunkan emisi dari kendaraan bermotor. Inggris belakangan menjadi negara yang memiliki sejumlah aturan untuk mempercepat transisi menunju kendaraan ramah lingkungan atau listrik

Belum lama ini, Pemerintah Inggris membuat aturan setiap rumah yang baru dibangun wajib memiliki pengisi daya mobil listrik. Aturan semacam ini pertama kali ada di dunia sebagai upaya mendukung transisi kendaraan listrik.

Mengutip Antara, Senin (13/9/2021), regulasi tersebut tidak hanya berlaku untuk rumah, tetapi juga kantor yang baru dibangun. Khusus perkantoran, titik pengisian daya untuk kendaraan listrik wajib dihadirkan untuk setiap lima slot tempat parkir.

Adapun faktor lain yang menyebabkan keputusan itu diambil karena Inggris tengah bersiap menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar fosil pada 2030.

Aturan ini telah digodok sejak 2019 dan akhirnya terealisasi pada 2021 dan memberikan harapan baru bagi para pengguna mobil listrik yang sempat cemas tak bisa mengisi daya karena kesulitan akses tempat pengisian daya terutama mereka yang tidak memiliki garasi di rumahnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Mobil Listrik inggris emisi karbon

Sumber : Tempo

Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper

BisnisRegional

To top