Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

PMI Manufaktur September Rebound, Ini Kondisi Industri Otomotif

Setelah kontraksi pada Agustus 2021, PMI Manufaktur kembali ke level ekspansif pada September 2021.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 01 Oktober 2021  |  11:26 WIB
Seorang pekerja mengawasi proses pengelasan atau welding yang dilakukan oleh robot di pabrik perakitan Suzuki Cikarang, Jawa Barat, Selasa (19/2/2018)  - Bisnis.com/Muhammad Khadafi
Seorang pekerja mengawasi proses pengelasan atau welding yang dilakukan oleh robot di pabrik perakitan Suzuki Cikarang, Jawa Barat, Selasa (19/2/2018) - Bisnis.com/Muhammad Khadafi

Bisnis.com, JAKARTA — Purchasing managers' index (PMI) Manufaktur pada September 2021 berada di posisi 52,2. Hal ini seiring dengan pemulihan utilitas pada pabrik mobil dan motor. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), produksi Agustus 2021 mencapai 101.810 unit atau naik 35,0 persen secara bulanan. Angka tersebut merupakan tertinggi kedua sepanjang tahun ini, setelah Maret atau periode pertama penerapan PPnBM 100 persen, volume produksi mencapai 105.120 unit. 

Toyota masih tercatat sebagai produsen terbesar dengan volume produksi 43.000 unit. Capiaan ini merupakan yang tertinggi sepanjang tahun.  Sementara itu, produsen terbesar selajutnya masih dipegang oleh Daihatsu dan Mitsubishi yang masing-masing 14.408 unit dan 14.882 unit.

Sekretaris Umum Gaikindo Kukuh Kumara sebelumnya menjelaskan relaksasi PPnBM berpotensi mampu mendorong penjualan mobil seperti masa sebelum pandemi. Dia bahkan menuturkan hal ini akan membuat produksi mobil nasional kembali ke 1 juta unit mulai tahun ini. 

"Produksi mobil tersebut untuk mencukupi kebutuhan mobil nasional yang berkisar 750.000 unit, dan sisanya untuk kebutuhan ekspor," imbuhnya.

Sementara itu, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mencatat distribusi untuk pasar domestik kendaraan bermotor roda dua pada Agustus 2021 mencapai 470.065 atau naik 24,8 persen secara bulanan. Pada periode yang sama, pengapalan ke luar negeri sebanyak 73.521 unit atau naik 11,2 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya. 

Kepala BKF Febrio Kacaribu mengatakan bahwa perekonomian Indonesia menunjukkan tren pemulihan sejak Agustus 2021, setelah sempat tertekan akibat penyebaran Covid-19 varian delta.

"PMI manufaktur Indonesia Agustus 2021 masih di 43,7, membaik dari Juli 2021, tapi hari ini [berdasarkan data Agustus 2021] sudah naik ke 52,2. Sudah kembali ekspansi dengan sangat kuat," ujar Febrio pada Jumat (1/10/2021).

Menurutnya, data itu mengonfirmasi aktivitas perekonomian Indonesia pulih dengan cepat. Hal itu pun menurutnya sejalan dengan hasil penanganan penyebaran Covid-19 varian delta. "Konsumsi juga akan membaik, itu sudah kita lihat tanda-tandanya," ujar Febrio.

Adapun angka PMI di atas 50 menandakan sektor manufaktur dalam tahap ekspansif. Sebaliknya, bila berada di bawah 50 menunjukan aktivitas manufaktur mengalami kontraksi. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

manufaktur otomotif pmi manufaktur
Editor : Muhammad Khadafi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
qrcode bisnis indonesia logo epaper
To top